Cara Menanam Kelengkeng

Cara Menanam Kelengkeng

Kelengkeng merupakan buah yang banyak digemari karena rasanya yang manis dan tekstur buah yang lembut. Di Indonesia, pohon kelengkeng dapat mudah ditemui. Cara menanam kelengkeng tergolong mudah sehingga bisa ditanam di rumah.

Tanaman yang berasal dari China ini hidup di iklim tropis. Kelengkeng bisa ditanam di lahan khusus maupun di dalam pot saja. Yuk, langsung saja ke pembahasan cara menanam buah kelengkeng.

Memilih Bibit Kelengkeng Berkualitas

Tanaman yang sehat dan berbuah lebat berawal dari bibit yang berkualitas. Bibit yang berkualitas dapat menghasilkan buah kelengkeng yang manis dan besar. Ada tiga cara mendapatkan bibit berkualitas yaitu:

  • Biji

Bibit yang berasal dari biji akan lama tumbuhnya. Menanam kelengkeng dengan biji dengan cara mengambil bibit dari biji kelengkeng yang tua.

  • Cangkok

Keunggulan dari cara ini adalah dapat memilih jenis indukan yang berkualitas tinggi. Pilihlah batang yang muda untuk dicangkok.

  • Stek

Pilihlah batang yang sudah tua kemudian potong diagonal pada bagian batang (ukuran batang 15-20 cm). Jika sudah bisa ditancapkan ke tanah yang sudah disiapkan.

Mempersiapkan Lahan

Cara menanam kelengkeng selanjutnya adalah menyiapkan lahan. Kelengkeng bisa hidup di dataran rendah maupun tinggi, namun ada kriteria lahan yang baik untuk menanam kelengkeng, sebagai berikut:

  • Dekat dengan sumber air untuk penyiraman
  • Jauh dari tepi pantai agar tidak terkena kabut air asin laut
  • Tanah mengandung unsur hara yang cukup
  • Minimal terpapar sinar matahari selama 7 jam dalam sehari
  • Tingkat keasaman tanah (pH) antara 5,5-7,5.

Membuat Lubang Tanaman

Jika Anda menanam banyak pohon kelengkeng, maka sebaiknya agar mudah perawatan dan proses panen, buatlah lubang tanam yang rapi.

Anda bisa membuat lubang dengan ukuran 50 cm x 50 cm dengan kedalaman 40 cm-50 cm. Sebelum ditanami, lubang ini diisi terlebih dahulu dengan pupuk dasar.

Memberi Pupuk Dasar

Pupuk dasar tanaman kelengkeng menggunakan pupuk organik yaitu pupuk kandang, kemudian ditambah dengan pupuk organik Nasa.

Pupuk kandang ini sebelumnya perlu diurai oleh mikroorganisme sebelum diserap oleh tanaman kelengkeng. Nah, untuk menguraikannya Anda membutuhkan EM4 (Effective Microorganisme) yang bisa Anda beli di toko pertanian.

Menanam Bibit pada Lubang Tanaman

Cara menanam kelengkeng yang baik dengan tahu bagaimana menanamnya pada lubang tanaman, berikut langkah-langkahnya:

  • Bibit disirami terlebih dahulu
  • Menyirami fungisida dan insektisida pada lubang tanaman sebelum ditanami
  • Usahakan memindah pada sore hari untuk menghindari tanaman layu terkena terik matahari siang
  • Langsung menyirami tanaman yang sudah ditanam kemudian melakukan penyulaman pada 2 minggu pertama
  • Setelah menghentikan penyulaman pada 2 minggu pertama, dilanjutkan dengan perawatan tanaman kelengkeng.

Tahapan Perawatan Tanaman Kelengkeng

cara menanam kelengkeng
cbamekong.org

Proses perawatan tanaman kelengkeng harus sangat diperhatikan, karena proses ini menentukan baik tidaknya pertumbuhan pohon serta hasil buah kelengkeng. Pastikan Anda melakukan perawatan secara rutin.

1. Pemupukan Susulan Tanaman Kelengkeng

Proses pemupukan susulan menggunakan campuran pupuk organik cair dan NPK yang dikocorkan pada pangkal tanaman kelengkeng.

Untuk mengocor larutkan 40 ml pupuk organik cair dengan larutan 1 gelas NPK ditambah 35 L air. Jangan lakukan pada musim hujan karena air hujan mengandung Nitrogen. Lakukan proses ini 2 -3 minggu sekali.

2. Penyiraman Pohon Kelengkeng

Menyiram kelengkeng tidak sembarangan, lho, ada cara menyiram kelengkeng yang benar. Pada musim kemarau lakukan penyiraman seminggu sekali agar menjaga kadar air dalam tanah.

3. Penggundukan Tanah Pangkal Pohon

Cara menanam kelengkeng yang satu ini berfungsi terutama saat musim hujan agar air tidak menggenang dan cepat diserap. Anda bisa membuat gundukan tanah pada pangkal pohon yang mengelilingi pohon kelengkeng.

4. Pemupukan Dasar Ulang

Untuk menjaga suplai nutrisi, berikan pupuk dasarnya sekitar 8-12 bulan sekali.

5. Pencegahan Hama dan Penyakit

Meskipun tanaman kelengkeng termasuk tahan hama, namun jika sampai terkena maka bisa menurunkan pertumbuhan dan hasil panen menjadi menurun.

Sebaiknya tetap melakukan pencegahan terhadap hama dan penyakit. Hama yang menyerang dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, maka patut diwaspadai.

6. Panen Buah Kelengkeng

Biasanya buah kelengkeng bisa dipanen setelah 2 tahun ditanam atau dengan cangkok bisa lebih cepat. Dari masa berbunga hingga buah siap panen membutuhkan waktu sekitar 2 bulan.

Memetik buah kelengkeng bisa langsung menggunakan tangan atau galah jika terlalu tinggi. Ciri-ciri buah yang sudah matang aromanya tercium dan warnanya kuning kecoklatan.

7. Perawatan Setelah Panen

Setelah panen jangan lupa melakukan perawatan lagi, ya. Hal ini bertujuan agar pohon kelengkeng tetap produktif.

Lakukan perawatan mulai dari awal lagi seperti pupuk susulan dan kadarnya dinaikkan. Kemudian pupuk dasar agar nutrisi pohon tetap terpenuhi.

Demikian penjelasan mengenai cara menanam kelengkeng. Caranya mudah dan bisa menghasilkan buah yang berkualitas tinggi.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda yang ingin menanam kelengkeng di rumah maupun di kebun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *