Tanaman Padi

menanam padi

Nasi adalah tanaman pokok masyarakat di kawasan Asia, nasi yang berasal dari tanaman padi ini ditanam di berbagai negara. Dan Indonesia sendiri masuk dalam lima besar negara penghasil padi teratas. Beras sendiri dianggap sebagai komoditas nomor tiga terpenting setelah gula dan budidaya jagung.

Oleh karenanya, tidak heran jika budidaya padi adalah budidaya yang sangat penting sebagai makanan pokok dalam peradaban.

Sama halnya dengan budidaya tomat, budidaya kentang, budidaya pisang, budidaya bawang merah, budidaya jagung, terong ungu dan juga kelapa sawit.

Semua budidaya bahan makanan tersebut sangatlah penting demi memenuhi kebutuhan baik karbohidrat, vitamin maupun mineral.

Karena tidak bisa dipungkiri bahwa memang tubuh memerlukan gizi dari bahan makanan pokok, sayuran, buah dan lainnya.

Tanaman padi bisa dengan mudah Anda jumpai, terutama di kawasan pedesaan. Hamparan sawah yang dipenuhi dengan padi ini dijadikan sebagai sumber pangan masyarakat sekitarnya.

Baik untuk dikonsumsi sendiri maupun dijadikan sebagai sumber penghasilan.

Adapun sistem penanaman padi di sawah dimulai dengan pengolahan, sama halnya dengan cara menanam buah naga yang harus mempersiapkan tanahnya terlebih dahulu.

Untuk mempersiapkan kedua budidaya tersebut bisa menggunakan bantuan sapi, kerbau ataupun alat pembajak lainnya.

Setelah itu, Anda perlu melakukan pembajakan untuk kedua kalinya agar tanah berlumpur. Nah, baru Anda bisa memulai untuk menyemai bijinya.

Sebenarnya cara dan proses penanamannya hampir sama dengan cara menanam tomat dan cara menanam semangka yang juga berasal dari biji dan bukan tanaman anakan.

Setelah lahan siap, dan benih padi sudah disemai selanjutnya yang harus terus dilakukan adalah perawatan terhadap tanaman ini hingga panen tiba.

Misalnya dengan selalu memeriksa kebutuhan airnya, menyemprotnya apabila terdapat hama wereng atau penyakit yang mungkin timbul.

Manfaat Padi

tanaman padi

Hampir semua orang pasti akan mengatakan bahwa manfaat atau kegunaan padi adalah sebagai bahan makanan pokok.

Namun, tahukah Anda selain manfaat tersebut ternyata masih banyak manfaat lain yang belum diketahui publik. Diantaranya adalah:

  • Selaput Biji
    Manfaat selaput biji padi yakni untuk mengatasi permasalahan terkait dengan lambung, gangguan pencernaan, beri-beri, kesemutan dan juga tidak nafsu makan.
  • Tangkai Buah atau Merang
    Siapa bilang merang ini tidak berguna dan hanya akan menjadi limbah saja. Tanaman padi bagian tangkai ini berguna untuk mengatasi rambut yang kotor atau sebagai shampo dan juga untuk obat setelah keguguran.
  • Biji
    Biji berasnya juga sangat berkhasiat untuk mengobati demam, diare, gondongan dan beberapa penyakit lainnya.
  • Akar
    Ternyata akar tanaman ini juga sangat bermanfaat untuk mengatasi keringat berlebih dan juga filariasis.

Jenis-Jenis Padi

1. Varietas Padi Hibrida

Varietas ini adalah varietas yang digunakan hanya untuk sekali tanam. Sebab jika benihnya ditanam kembali maka hasil panennya akan jauh berkurang.

Varietas ini memang dirancang hanya untuk sekali tanam agar petani membeli kembali benihnya jika mau menanam.

Harga jualnya cukup mahal, yakni antara 40 hingga 60 perkilonya. Contoh tanaman padi varietas hibrida adalah Intani 1 dan 2, Bernas prima, Hipa 10, Maro, Hipa 6 Jete dan masih banyak lagi.

2. Varietas Padi Unggul

Varietas ini cukup mudah karena bisa digunakan untuk berkali-kali tanam, yang terpenting adalah perlakuannya baik.

Maksudnya hasil dari varietas ini nantinya bisa dijadikan benih padi untuk masa penanaman berikutnya.

Bahkan beberapa survey membuktikan bahwa meski dalam sepuluh kali tanam, varietas ini tetap bisa menghasilkan kualitas yang hampir sama.

Varietas ini adalah varietas yang sudah dilepas oleh pemerintah dengan dikeluarkannya SK dari Menteri Pertanian.

Varietas ini juga sudah melewati beragam uji coba untuk membuktikan kualitasnya. Harga yang ditawarkan pun tergolong murah yakni dari mulai 5 hingga 10 ribu rupiah untuk setiap kilonya.

Contoh varietas ini adalah Ciherang, IR-64, Jati luhur, Cimelati dan lain sebagainya.

3. Varietas Padi Lokal

Yakni varietas padi yang sudah menyatu dan beradaptasi dengan daerah tertentu saja. Sehingga karakteristik varietas ini fokus kepada daerah tersebut.

Sifat semacam ini tidak jauh berbeda dengan ketika Anda melakukan pemupukan kelapa sawit yang hanya bisa di daerah terpilih.

Karena memang setiap varietas tentunya memiliki kekurangan serta kelebihan masing-masing. Contoh dari varietas ini adalah varietas kebo, dharma ayu, ketan tawon, Simenep dan masih banyak lagi.

Teknik Budidaya Tahap Pembibitan

sawah padi

Ketika Anda akan memulai budidaya tanaman padi, ada beberapa langkah yang harus dijalani dengan baik.

Tekniknya pun kurang lebih sama dengan cara menanam sawi dan cara menanam jagung. Yakni dimulai dari pembibitan, perawatan hingga panen.

Agar hasil dari pembibitan sesuai dengan harapan Anda, maka perhatikan dalam hal pemilihan benih. Kualitas benih berawal dari saat Anda memilih lahan untuk penyemaian.

Sebab tempat penyemaian berpengaruh besar terhadap bibit yang diperoleh nantinya.

Paling tidak Anda harus memilih tanah yang subur, gembur dan tempatnya juga harus terbuka dan tidak terhalang oleh pepohonan. Sehingga nantinya benih yang tumbuh bisa terkena sinar matahari secara langsung.

Selain itu, pastikan bahwa lahannya dekat dengan sumber air. Karena ketika Anda akan melakukan penyemaian basah tentu sangat membutuhkan air dalam jumlah yang tidak sedikit.

Areal yang akan digunakan juga harus memiliki luas yang cukup.

Setelah tanah siap, selanjutnya lakukanlah penyemaian benih padi, dimulai dengan penyemaian basah. Kemudian dilanjutkan dengan penyemaian kering dan penaburan bijinya.

Saat proses penyebaran biji, perhatikan juga masalah jaraknya, karena jika terlalu rapat atau terlalu jarang akan berakibat kurang baik.

Misalnya saja benih tumbuh kecil-kecil, lemah dan pertumbuhannya juga tidak merata. Jarak menjadi penting sama dengan jarak tanam kelapa sawit.

Teknik Budidaya Tahap Pengelolaan Tanah

Sebelum areal persawahan ditanami dengan tanaman padi, sebelumnya lahan harus sudah dipersiapkan sejak dua bulan sebelum penanaman.

Untuk pengelolaan tanah bisa dilakukan melalui dua cara yaitu dengan cara yang masih tradisional dan juga dengan cara modern.

Pengelolaan dengan cara tradisional yaitu pengelolaan dengan menggunakan alat-alat yang sederhana dan manual. Contohnya seperti sabit, cangkul, bajak atau memanfaatkan tenaga binatang seperti kerbau maupun sapi.

Sedangkan untuk cara modern yakni dengan menggunakan mesin. Misalnya saja traktor atau alat-alat canggih lainnya yang dapat bekerja sendiri.

Biasanya alat-alat ini sudah tidak membutuhkan bantuan tenaga manusia lagi.

Teknik Budidaya Tahap Penanaman Padi

Cara menanam padi pun ternyata memiliki teknik khusus dan tidak boleh sembarangan loh. Jika dilihat secara sekilas hasil tanamnya mirip dengan cara menanam wortel.

Yakni harus dimasukkan kedalam lubang dan kemudian ditimbun dengan tanah sekitarnya.

Tekniknya yakni dengan berjalan mundur, sementara tangan kiri memegang bibit yang akan ditanam, tangan kanan menanam bibitnya kedalam tanah.

Setiap lubang, bisa Anda tanami dengan 2 atau 3 batang bibit. Untuk kedalaman lubangnya kira-kira 4 cm.

Pastikan penanaman berbentuk tegak lurus dan jangan sampai miring-miring. Dalam menanam pun jangan terlalu dalam ataupun terlalu dangkal.

Sebab jika terlalu dalam maupun dangkal akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi.

Teknik Budidaya Tahap Perawatan Padi

Setelah tanaman sudah ditempatkan di lahan yang tepat, kini Anda hanya tinggal merawat dan memeliharanya dengan baik.

Pemeliharaan yang dimaksud yaitu meliputi pengairan, penyiangan dan pemupukan.

Untuk perawatan yang berkaitan dengan pengairan Anda membutuhkan banyak air. Terutama air sungai yang berlumpur dan tercampur banyak kotoran.

Sebab air ini sangat berperan dalam hal penyuburan, sebaliknya air dari sumber air justru kurang disarankan.

Selanjutnya, untuk proses penyiangan yakni mengganti tanaman yang mati atau istilah populernya disulam.

Tanaman yang disulam akan bisa langsung sama dengan yang lain jika penggantiannya tidak lebih dari 10 hari.

Selain menyulam tanaman yang mati, Anda juga harus menyiangi rumput-rumput liar yang ada disekitar padi.

Sebab rumput liar juga akan menghambat pertumbuhan padi dengan mengambil zat makanan yang seharusnya sangat diperlukan oleh padi.

Lalu, Anda juga harus memupuk tanaman padi Anda guna membantu menambah zat makanan yang dibutuhkan oleh padi.

Banyak jenis pupuk yang bisa digunakan untuk padi. Baik pupuk buatan maupun pupuk urea. Perhatikan juga masalah dosis pemakaian yang tepat.

Teknik Budidaya Tahap Pemanenan

Waktu pemanenan ini harus betul-betul diperhatikan demi mencegah terjadinya kemungkinan kualitas gabah masih banyak terdapat butir hijau atau bahkan butir kapur.

Nah, agar tidak salah memanen Anda bisa memperhatikan ciri-ciri padi yang sudah siap panen:

  • Bulir dan daun padi sudah berwarna kekuningan
  • Tangkai sudah menunduk karena beratnya bulir padi
  • Jika bulirnya ditekan maka akan terasa keras dan juga berisi. Apabila dikupas warnanya tidak kehijauan ataupun putih berkapur dengan tekstur lembek.

Cara pemanenannya juga tidak kalah penting untuk diketahui, karena jika tidak menggunakan teknik yang tepat justru akan membuat Anda kesulitan.

Agar lebih mempermudah, bisa juga Anda gunakan ani-ani ataupun sabit.

Pada umumnya, ani-ani digunakan sebagai alat pemanen padi yang sulit dirontokkan, maka dari itu harus dipanen dengan tangkainya.

Biasanya jenis padinya adalah padi bulu. Akan tetapi, alat ini kurang tepat jika digunakan dalam pemanenan padi sawah.

Sementara sabit adalah alat yang digunakan untuk memanen tanaman padi yang mudah rontok, contohnya seperti padi jenis coreh.

Dengan alat manual ini Anda akan mendapatkan hasil lebih cepat dan juga lebih mudah untuk memotong bagian batangnya.

Adapun proses pemisahan antara kulit gabah dengan isinya bisa menggunakan mesin atau huller. Dengan menggunakan cara ini dijamin akan lebih cepat dan juga lebih praktis. Sayangnya, tidak semua daerah telah memiliki huller.

Jika daerah Anda termasuk yang belum memiliki huller, maka alternatifnya adalah menggunakan alu dan lumpang. Meski masih sangat tradisional, alat ini akan sangat membantu Anda.

Itulah segala hal mengenai tanaman padi, dari manfaatnya, jenisnya hingga teknik budidayanya sehingga bisa menghasilkan beras yang berkualitas.

Semoga dapat membantu Anda dan juga para petani agar bisa terus meningkatkan hasil panen negara Indonesia.

Sehingga seiring dengan peningkatan tersebut juga bisa mengurangi aktivitas ekspor beras dari negara lain. Tunjukkan bahwa beras hasil panen tanah surga ini benar-benar tidak kalah unggulnya.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *