Jarak Tanam Kelapa Sawit

jarak tanam kelapa sawit

Tahukah Anda jika cara penanaman kelapa sawit juga ikut mempengaruhi kualitas dan buah yang dihasilkan? Mungkin sekarang ini ada banyak petani sawit yang menanam sawit dengan cara sembarangan.

Hal ini juga menjadi penyebab kenapa kelapa sawit tidak berproduksi secara maksimal.

Untuk itu, penting bagi Anda mengetahui bagaimana cara penanaman pohon sawit yang benar pohon sawit yang dibudidayakan dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah yang melimpah.

Selain jarak tanam kelapa sawit, berikut merupakan beberapa hal lain yang penting untuk diperhatikan.

Oleh karena itu, pada pembahasan kali ini akan dijelaskan bagaimana cara tanam kelapa sawit yang benar agar pohon kelapa sawit yang sedang dibudidaya dapat tumbuh dengan subur dan baik serta menghasilkan buah sawit yang melimpah dan sesuai harapan.

Tips Mengatur Jarak Tanam Kelapa Sawit

Untuk bisa mendapatkan barisan tanaman dan pertumbuhan tanaman kelapa sawit yang sesuai dengan harapan, tentunya penting bagi Anda untuk mengetahui proses pemancangan dan pembuatan lubang tanam sesuai dengan anjuran.

1. Pemancangan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat rancangan larikan yang akan dijadikan titik tanam di mana kelapa sawit tersebut akan ditanam.

Pastikan letaknya tepat dan membentuk barisan yang lurus. Dengan begitu tanaman akan mendapatkan tempat tumbuh yang sama luas.

Sistem pengaturan jarak yang digunakan pada umumnya adalah segitiga sama sisi dengan jarak 9m x 9m x 9m.

Dengan menggunakan metode segitiga sama sisi ini maka jarak utara dan selatan adalah 7,82 m dan jarak antar tanaman adalah 9m.

2. Pembuatan Lubang Tanam

Proses pembuatan lubang tanaman pada umumnya harus dibuat satu minggu sebelum penanaman agar lubang tanah tersebut mengalami perubahan iklim sehingga terjadi perbaikan tanah.

Lubang tanah sendiri bermanfaat untuk menyediakan ruang bagi perakaran yang baik untuk tanaman.

Umumnya lubang untuk tanam kelapa sawit berukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm. Bahkan terkadang ada pula yang berukuran 50 cm x 40 cm x 40 cm.

Namun untuk kelapa sawit yang ditanam melingkari bukit, biasanya akan dibuat teras-teras terlebih dahulu, baik itu teras kolektif ataupun teras individu.

Syarat Tumbuh Kembang Kelapa Sawit

Cara utama budidaya kelapa sawit adalah memenuhi syarat tumbuh kembangnya. Jika syarat tumbuh kembangnya terpenuhi dengan baik, maka pertumbuhan dan perkembangan kelapa sawit dapat berjalan lebih optimal.

Nah berikut beberapa syarat tumbuh kembang kelapa sawit yang harus terpenuhi;

1. Iklim

Umumnya, pohon kelapa sawit membutuhkan penyinaran sinar matahari langsung selama 5-7 jam setiap harinya.

Tak hanya itu, suhu lingkungan juga ikut mempengaruhi tumbuh kembang kelapa sawit. Suhu yang ideal untuk perkebunan kelapa sawit yakni 24-28 derajat Celcius.

Tak hanya itu, tanaman kelapa sawit juga bisa tubuh dengan baik pada curah hujan 1.500-4.000 mm per tahun dengan kecepatan angin sekitar  5–6 Km per jam untuk membantu proses penyerbukannya.

Jenis tanaman ini juga akan tumbuh dengan baik pada daerah dengan ketinggian sekitar 1.500 mdpl.

2. Media Tanam

Jenis tanah yang paling cocok untuk media pertumbuhan tanaman kelapa sawit adalah tanah yang mengandung lempung dan tidak berbatu dengan pH 4-6. Tanahnya juga harus memiliki aerasi yang baik dan subur.

Menggunakan Bibit Kelapa Sawit yang Unggul

jarak tanam kelapa sawit

Setelah memenuhi syarat tumbuh kembang kelapa sawit, hal selanjutnya yang perlu dipertimbangkan adalah proses pemilihan  bibit kelapa sawit.

Anda dapat dengan mudah memperolehnya dari lembaga pemerintah atau toko pertanian. Ini dia kriteria bibit kelapa sawit yang unggul;

1. Tunasnya Berwarna Putih

Hal paling utama yang perlu Anda perhatikan ketika memilih bibit kelapa sawit adalah bagian tunasnya. Pada umumnya bibit kelapa sawit yang unggul memiliki mata tunas yang normal dan berwarna putih bersih

Jadi apabila Anda menemukan bibit kelapa sawit yang berwarna cokelat atau bahkan kehitaman, Anda wajib mencurigainya.

Mengapa? Sebab bibit ini bukanlah bibit sawit unggul. Jadi pastikan untuk selalu memilih bibit kelapa sawit dengan mata tunas yang normal dan berwarna putih bersih.

2. Bagian Daun Melebar

Pada umumnya bibit kelapa sawit yang unggul memiliki anak daun yang melebar dan tidak kusut. Bibit kelapa sawit unggul tidak akan memiliki anak daun yang menggulung. Jadi jangan lupa untuk memperhatikan bagian daunnya.

3. Tempurung Berwarna Hitam

Selain beberapa hal di atas, ciri lain bibit kelapa sawit yang unggul yakni memiliki tempurung yang berwarna hitam gelap. Tak hanya itu saja, tempurung pada bibit yang unggul tidak akan mengalami keretakan atau bahkan kerusakan.

4. Kondisi Akar

Bibit kelapa sawit unggul tidak memiliki akar yang terlalu panjang. Biasanya akarnya hanya berukuran 2-3 cm saja. Selain itu, akarnya masih terlihat segar dan tidak kering.

Warnanya juga cenderung kekuning-kuningan mendekati hijau.

5. Kondisi Batang Bibit

Bibit kelapa sawit yang unggul umumnya memiliki batang yang pendek dan gemuk. Pasalnya batang yang pendek dan gemuk cenderung lebih kuat dibanding batang yang tinggi dan kurus. Ukurannya berkisar antara 2-3 m.

Waktu Tanam Kelapa Sawit yang Paling Tepat

Pada dasarnya tidak ada patokan kapan waktu tanam kelapa sawit yang paling tepat.

Namun waktu yang paling tepat kapan kelapa sawit siap dibudidayakan adalah jika umur bibit kelapa sawit sudah siap tanam dan ketika lahan budidaya telah tersedia.

Selian jarak tanam kelapa sawit, di atas merupakan hal-hal penting lainnya yang perlu diperhatikan dalam proses penanaman kelapa sawit.

Jadi agar hasil panen dapat meningkat sesuai dengan yang diharapkan, pastikan untuk selalu memperhatikan beberapa hal di atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *