Cara Budidaya Kentang

cara menanam kentang

Sayuran merupakan salah satu komponen yang mendukung pola hidup sehat dan membuat tubuh tetap fit. Kentang adalah salah satu sayuran yang dimaksud dengan kandungan gizinya yang cukup banyak, sehingga budidaya kentang kini muncul sebagai peluang bisnis yang menggiurkan laagi menjanjikan.

Dalam setiap 100 gram kentang setidaknya terdapat 87 kalori, 1,9 gram protein, 20,1 gram karbohidrat, 0,1 gram lemak dan 1,8 gram serat.

Dengan kandungannya yang lengkap membuat kentang banyak dicari guna diolah menjadi hidangan mengenyangkan dan menyehatkan.

Kentang sendiri merupakan tanaman semusim seperti kelapa sawit. Tanaman ini biasanya ditanam di daerah dataran tinggi dengan ketinggian diatas 1000 Mdpl.

Kentang adalah sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan juga tidak mudah rusak.

Bahkan kentang menduduki peringkat keempat tanaman pangan utama dunia setelah gandum, jagung dan juga padi.

Besarnya jumlah produksi di Indonesia menjadikan negara kita sebagai negara terbesar penghasil penghasil kentang di Asia Tenggara.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa kentang memiliki nilai ekonomi yang tinggi sehingga apabila dibudidayakan secara baik dan benar pasti akan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit.

Apalagi cara pembudidayaan kentang ini hampir sama dengan budidaya pisang dan juga budidaya jagung.

Syarat Tumbuh

budidaya kentang

  • Tanaman kentang cocok untuk ditanam di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 1000 Mdpl
  • Akan sangat optimal apabila ditanam di areal dengan suhu 15 hingga 20 derajat Celcius
  • Kelembapan udara yang dibutuhkan adalah 80 hingga 90 persen
  • Tempat yang ideal sebagai tempat tumbuh kentang adalah tempat dengan curah hujan 200 sampai 3000 mm setiap bulannya.

Pemilihan Lahan dan Pengolahannya

Budidaya kentang juga dimulai dengan pemilihan lahan sama seperti ketika Anda akan memulai budidaya bawang merah.

Tanah yang dibutuhkan adalah tanah yang gembur dan juga subur. Selain itu lahan tersebut bukanlah bekas dari penanaman family solanaceae lain.

Jika lahan yang dimaksud sudah Anda temui, selanjutnya adalah cangkul lahan tersebut hingga 2 kali dengan kedalaman tanah 30 sentimeter, kemudian baru digemburkan. Bersihkan juga lahan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya.

Persiapan Bibit

kentang

Di Indonesia ada beberapa jenis kentang yang biasa ditanam, untuk itu Anda harus menentukan dulu jenis yang mana yang akan Anda budidayakan.

Pastikan Anda memilih kentang yang bersertifikat unggul dan sudah terbukti tahan terhadap penyakit.

Selain bebas dari penyakit, pastikan juga Anda memilih bibit kentang yang bebas dari jamur, bentuknya tidak cacat dan sudah berumur cukup tua.

Nah, jika Anda sudah mendapatkan bibit yang sesuai dengan kriteria kini saatnya untuk melakukan penyemaian dan juga perangsangan tunas.

Adapun cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk proses penyemaian adalah sebagai berikut:

  • Letakkan bibit kentang yang telah disiapkan pada tempat yang sejuk dan juga lembab. Meski begitu juga paling tidak terkena sedikit sinar matahari
  • Diamkan selama 7 hingga 14 hari hingga hingga bibit berkembang dan timbul mata tunas
  • Jika tunas sudah tumbuh paling tidak 5 cm kemudian akan diikuti tumbuhnya akar. Agar pertumbuhan akar dan tunas tetap terjaga maka lakukanlah penyemprotan menggunakan air agar lembab.

Sistem Penanaman

Sistem penanaman kentang sama dengan cara menanam wortel dan cara menanam buah naga yakni sistem berbaris ganda. Yakni sistem penanaman pada bedengan, dengan lebar 1 meter dan tinggi 30 sampai 40 sentimeter.

Jika cara menanam sawi dan cara menanam jagung menggunakan bijinya, lain halnya dengan kentang yang menggunakan tunasnya.

Pastikan dalam satu buah terdapat dua tunas yang sudah tumbuh dengan baik. Apabila lebih dari tunas Anda bisa memotongnya hingga tersisa 2 tunas.

Tanam umbi kentang dalam kedalaman 2,5 hingga 5 centimeter dan juga jarak kurang dari 10 sentimeter. Adanya jarak tanam ini sama dengan ketika mengatur jarak tanam kelapa sawit.

Pemupukan

lahan untuk budidaya kentang

Pemupukan dalam budidaya kentang sama pentingnya dengan pemupukan kelapa sawit. Untuk jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang yang dicampurkan dengan bedengan.

Selain itu gunakan pula pupuk nasa yang digunakan pada saat proses tanam.

Setelah jalan 15 hari pasca tanam Anda bisa menambahkan pupuk lain seperti ZA, Urea dan KCl. Pemupukan tambahan tersebut berguna untuk menambah nutrisi bagi  tanaman kentang.

Perawatan

Proses perawatan adalah tahapan penting dalam budidaya kentang karena sangat berpengaruh pada kualitas dan juga kuantitas saat panen nantinya.

Kegiatan pemeliharaan ini meliputi penyiraman sesuai dengan kebutuhan dan penyiangan 2 sampai 3 kali dalam kurun waktu satu musim.

Selanjutnya pada saat melakukan penyiangan sekaligus juga melakukan penimbunan bedengan. Tujuannya supaya umbi kentang tidak secara langsung terpapar sinar matahari.

Ada hal lain yang juga tidak kalah penting adalah mengendalikan hama serta penyakit yang akan mengganggu.

Cara pengendaliannya dengan melakukan Solarisasi atau menutup tanah dengan plastik selama 6 minggu.

Penutupan ini dilakukan hingga mencapai suhu 50 derajat Celcius. Selain itu, cara pencegahan hama lainnya dengan menanam bunga Marigold antar barisan dengan jarak 60 cm.

Sementara itu, pencegahan hama menggunakan pestisida dilakukan jika hanya dibutuhkan saja. Apabila ada cara lain yang lebih alamiah maka sebaiknya gunakan cara tersebut saja.

Pemanenan dan Pasca Panen

panen kentang

Ketika daun sudah berwarna kekuningan maka saat itulah pemanenan kentang sudah bisa dilakukan. Atau jika dihitung secara umur adalah ketika sudah memasuki 90 hari setelah proses penanaman.

Cara pemanenannya yakni dengan mencabut tanaman kentang, karena kentang yang akan Anda ambil berada di dalam tanah.

Berbeda dengan terong ungu yang cara pemanenannya tinggal petik saja.

Pada saat panen dilakukan jangan lupa untuk melakukan penyortiran antara kentang yang berkualitas dengan yang tidak berkualitas. Selanjutnya lakukan proses grading atau pengelompokan kentang.

Pengelompokan ini didasarkan atas ukuran dan juga berat kentang. Kemudian masukkan hasil panen pada keranjang atau wadah seperti jala untuk disimpan dalam suhu 10 derajat Celsius.

Mengapa kentang harus disimpan pada suhu relatif dingin?

Penyimpanan di suhu yang dingin akan membuat kentang bertahan lebih lama. Bahkan penambahan waktu ketahanan bisa mencapai 2 bulan berikutnya.

Tentu penambahan waktu ini akan sangat menguntungkan bagi petani kentang selama masa pemasaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *