Pestona Nasa

Hama yang kerap kali menyerang tanaman memang menimbulkan kerugian bagi para petani. Apalagi, jika masa panen hampir tiba.

Alih-alih bisa mendapatkan keuntungan yang besar dari hasil panennya, namun hal tersebut urung karena tanaman yang siap panen terserang hama.

Hal ini yang menjadi alasan kebanyakan petani menggunakan pestisida kimia untuk mengatasi masalah tersebut.

Penggunaan pestisida kimia dianggap cukup ampuh untuk mengatasi masalah hama yang kerap kali menyerang saat musim panen akan tiba.

Namun, hal tersebut memiliki dampak negatif yang juga cukup besar bagi lingkungan di sekitarnya.

Oleh karena itu, penggunaan pestisida organic atau Pestona menjadi pilihan terbaik untuk membasmi hama tanaman dan meningkatkan produksi tanaman itu sendiri.

Pestona NASA

Pestona atau Pestisida organic merupakan produk pertanian dari Nasa yang merupakan pengendali hama tanaman untuk tanaman pangan, hortikultura dan tanaman tahunan.

Kualitas dari produk yang satu ini juga sangat baik karena telah melalui proses ekstraksi berbagai macam bahan alami yang di dalamnya terkandung bahan aktif untuk mengendalikan hama serta menghilangkan penyakit pada tanaman.

Beberapa zat aktif yang terkandung di dalam pestisida organic ini ialah Nikotin, Annonain, Eugenol, Sitral, Alkaloid, Polifenol, Ricin (asam ricin), dan Azadirachtin.

Dengan adanya kandungan zat aktif ini membuatnya memiliki beberapa sifat yang tidak ditemukan pada produk pestisida kimia pada umumnya. Berikut sifat yang ada di dalam Pestona.

Sifat Pestona

  1. Zat di dalamnya akan mudah terurai sehingga tidak akan menyebabkan pencemaran lingkungan
  2. Tanaman/buah yang disemprot dengan menggunakan pestisida ini akan bebas residu kimia serta lebih aman untuk dikonsumsi
  3. Pestisida yang relatif aman untuk untuk manusia, hewan peliharaan namun menjadi musuh alami bagi hama tanaman.

Mekanisme Kerja dari Pestona

Berbeda dengan beberapa produk pestisida kimia pada umumnya, Pestona tidak akan membunuh hama tanaman dalam waktu yang singkat.

Pestisida organik ini justru akan mempengaruhi daya makan, pertumbuhan, proses reproduksi, menghambat pembentukan kitin, menurunkan daya tetas telur, menghambat komunikasi seksual pada hama serangga, menghambat pembentukan serangga dewasa, serta proses ganti kulit.

cara membasmi hama tanaman dengan pestona nasa

Tak hanya itu, ternyata Pestona juga bisa berperan sebagai zat pemandul dan mengganggu proses perkawinan yang terjadi pada serangga hama. Pestisida ini juga bisa menghambat peletakan telur serta akan bekerja secara kontak dan juga sistemik.

Meski jarang menyebabkan kematian pada serangga tanaman, namun produk pestisida organic satu ini sangat ampuh untuk mengurangi nafsu makan dari Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) ataupun mencegah OPT merusak tanaman dengan jumlah yang lebih besar.

Hama sasaran dari pestisida ini ialah uret, ulat, tungau, thrips, kepik, belalang, penggerek batang, walang sangit, wereng dan lain sebagainya.

Cara Menggunakan Pestona

  1. Untuk menggunakan pestisida ini, larutkan 5cc hingga 10 cc per 1 liter air (7 hingga 10 tangki/tutup). Aduk hingga tercampur rata
  2. Masukkan ke dalam tangki semprot, lalu semprotkan cairan tersebut ke tanaman yang terserang hama secara merata
  3. Agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal, semprotkan cairan sesering mungkin. Minimal penyemprotan dilakukan 3 kali penyemprotan per musimnya
  4. Untuk waktu penyemprotan yang baik dilakukan pada saat sore hari.

Penggunaan produk Pestona dianggap jauh lebih efektif untuk mengatasi masalah pada tanaman yang terserang hama.

Bagi Anda yang belum paham ciri-ciri tanaman yang terserang hama seperti wereng, berikut ciri-cirinya.

Ciri-Ciri Tanaman yang Terserang Hama Wereng

  1. Warna batang dan daun terutama tanaman padi akan berwarna kuning, jika dibiarkan tanaman akan berwarna coklat dan akhirnya menjadi kering
  2. Daun yang menguning akan menjalar ke ujung daun, jika tetap dibiarkan akan mengering
  3. Hama wereng dapat menularkan virus yang dikenal dengan kerdil rumput atau kerdil hampa
  4. Tanaman padi yang terkena virus kerdil hampa akan memiliki ukuran fisik tanaman yang pendek dengan ciri-ciri daun seperti terpuntir, berlekuk-lekuk dan kaku, anakan menjadi bercabang serta malai menjadi hampa
  5. Tanaman yang terserang virus kerdil rumput memiliki ukuran yang kerdil, tapi beranak banyak, daun berukuran pendek serta tidak bisa mengeluarkan malai.

Jika tanaman sudah memiliki ciri-ciri di atas, maka dipastikan bahwa tanaman tersebut sudah dipastikan terserang hama.

Oleh karena itu, untuk melindunginya Anda harus menggunakan Pestona yang merupakan pestisida organic dan jauh lebih aman untuk lingkungan.

Leave a Comment