Penyakit Ikan Lele

penyakit ikan lele

Salah satu hal yang harus diwaspadai peternak saat melakukan pembibitan ikan lele ataupun pembesaran adalah adanya penyakit yang menyerang. Bisa dikatakan bahwa penyakit ikan lele adalah biang dari gagal panen.

Ya, lele yang terkena penyakit bisa menulari populasi lainnya dan membunuh populasi sehingga hasil panen bisa susut dalam jumlah yang banyak.

Berbincang tentang penyakit lele sebenarnya ada beberapa tanda yang bisa dijadikan patokan bahwa lele tersebut sedang mengalami masalah pada kesehatannya, seperti:

  • Perilaku lele yang tidak normal dan seringkali tidak sigap ketika peternak menyebar makanan
  • Kelainan yang muncul pada ikan lele, seperti pertumbuhan tubuh yang tidak sesuai dengan lele normal, munculnya bintik merah serta bisul di bagian kulit, bengkak pada bagian kepala dan lainnya.

Jika Anda sebagai peternak menemukan hal semacam di atas, maka Anda harus segera mengecek kesehatan lele. Lalu, apa saja jenis penyakit yang bisa menyerang lele dan penyebabnya?

Sirip Progresif

Salah satu penyakit yang paling sering menyerang ikan lele adalah sirip progresif atau yang terkenal dengan istilah ragged tail fin.

jenis penyakit ikan lele

Penyakit ini akan menyerang lele dan menyebabkan penurunan pada bagian ekor. Lele yang terkena penyakit ini akan memiliki sirip yang terlihat compang-camping dengan warna yang memudar.

Infeksi bakteri menjadi sebab dari masalah yang satu ini. Karena adanya infeksi bakteri pada bagian sirip, maka sirip akan membusuk.

Baca Juga: Budidaya Ikan Lele

Hal yang lebih mengkhawatirkan dari penyakit ini adalah lele lainnya bisa terkena dampak. Sirip yang busuk akan mencemari air sehingga lele lainnya pun bisa terkena imbasnya.

Serangan Jamur

Serangan jamur juga termasuk salah satu penyakit ikan lele yang cukup sering terjadi dan merepotkan peternak.

Lele yang terkena jamur tidak akan bisa tumbuh dengan maksimal. Tidak hanya itu, jika jamur tidak bisa ditangani dengan baik, maka bisa jadi lele tersebut akan mati dan tentu hasil panen bisa menurun.

Umumnya, serangan jamur pada lele akan ditandai dengan adanya noda berwarna abu-abu atau putih yang muncul di bagian kulit dan juga sirip.

Jamur tersebut jika diamati akan tampak seperti kapas yang tipis. Namun, semakin lama, jamur tersebut akan membesar dan menggerogoti tubuh lele. Oleh karenanya, bobot lele akan susut hingga mati.

Perlu diketahui, lele yang terkena serangan jamur bisa dikatakan dalam kondisi rentan.

Oleh karena itu, untuk peternak yang menemukan ikan lele mereka terkena jamur, maka lebih baik mengambilnya dan memisahkannya di kolam yang berbeda untuk karantina hingga sembuh agar tidak menulari lele lainnya.

Bintik Putih

Bintik putih menjadi penyakit selanjutnya yang cukup sering menyerang ikan lele. Penyakit white spot ini disebabkan oleh protozoa.

Sebenarnya, penyakit ini menyerang hampir seluruh jenis ikan air tawar, termasuk lele, dengan kerentanan yang berbeda-beda.

Pada ikan lele sendiri, bintik putih akan cenderung menyerang benih lele yang belum memiliki antibodi yang baik jika dibandingkan dengan lele yang lebih besar.

Nah, umumnya, bintik putih akan menyerang bagian insang dan juga permukaan lele secara menyeluruh.

Lele yang terkena penyakit ini akan tampak menggosok-gosokan badan mereka pada bagian dinding atau dasar kolam.

Oleh karena itu, jika Anda menemukan adanya ikan lele yang menggosok-gosokan badannya di dinding kolam, maka Anda harus mencari tahu apakah ikan tersebut terserang bintik putih.

Secara umum, penyebab penyakit ini adalah kualitas air kolam yang kurang baik. Bisa jadi suhu air terlalu dingin ataupun kepadatan tebar ikan lele terlalu tinggi.

Cotton Wall Disease

Penyakit lain yang menyerang lele adalah cotton wall disease. Ini adalah penyakit lele yang disebabkan oleh bakteri. Bakteri tersebut akan menyerang organ dalam lele, terutama insang.

Lele yang terkena penyakit ini akan mengalami beberapa gejala, seperti luka pada bagian permukaan tubuh, munculnya bintik putih, gerakan renang yang lambat, dan lainnya.

Menurut beberapa pakar, penyebab dari penyakit ini adalah pembusukan sisa pakan yang tidak habis di bagian dasar kolam dan juga suhu air kolam yang naik terlalu tinggi.

Oleh karenanya, kontrol pada pemberian pakan menjadi hal yang penting untuk dilakukan serta kontrol pada suhu air kolam.

Tips Mencegah Penyakit yang Menyerang Lele

vitamin ikan lele agar terhindar dari penyakit

Beberapa poin sebelumnya adalah berbagai penyakit ikan lele yang harus diwaspadai oleh peternak.

Tentu, dengan kewaspadaan yang tinggi, maka Anda bisa menghindarkan lele yang Anda ternak dari gangguan penyakit yang merugikan.

Baca Juga: Budidaya Belut

Nah, berbincang tentang pencegahan pada penyakit yang menyerang lele, ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan sejak dini. Beberapa tips tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Siapkan kolam dengan baik, terutama di awal ketika pengeringan dan juga pengapuran. Kedua langkah awal tersebut secara umum memang bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab penyakit
  • Tebar pakan sesuai dengan kebutuhan ikan lele. Terlalu banyak menebarkan pakan akan berpotensi menghasilkan sisa pakan yang memicu penyakit lele
  • Hindari penebaran ikan lele terlalu padat. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi lele agar lebih bebas bergerak dan tidak stress
  • Perbaiki konstruksi kola yang digunakan dan buatlah skema yang memungkinkan pembuangan kotoran atau sisa pakan yang ada di dasar kolam
  • Lakukan penggantian air kolam lele secara teratur untuk menjaga kebersihan dan kondisi lele.

Nah, beberapa hal di atas adalah ulasan tentang beberapa jenis penyakit ikan lele dan bagaimana tips untuk mencegahnya.

Lakukan pencegahan sejak dini untuk memastikan lele yang Anda ternak bisa tumbuh maksimal, bebas penyakit dan tentu saja bisa dipanen dengan sukses.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *