Cara Menanam Wortel

Cara Menanam Wortel

Wortel merupakan salah satu jenis makanan yang kaya akan vitamin A dan baik untuk kesehatan mata. Wortel berasal dari dataran Asia Tenggara dan Asia Tengah. Namun kini di Indonesia sendiri sudah ada banyak sekali daerah yang membudidayakan wortel. Meski demikian, tak banyak petani yang tahu bagaimana cara menanam wortel yang baik dan benar. Sebenarnya menanam wortel tidak terlalu sulit.

Hanya saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar cepat berbuah dan hasil panen menjadi meningkat. Berikut hal-hal tersebut.

Syarat Tumbuh Tanaman Wortel

Cara menanam wortel agar hasilnya maksimal juga harus memenuhi syarat tumbuh tanaman. Umumnya wortel hanya tumbuh di dataran tinggi saja.

Jika ditanam di dataran rendah maka hanya akan tumbuh sebesar ubi saja. Nah berikut syarat tumbuh yang perlu diperhatikan;

1. Tanah

lahan Cara Menanam Wortel

Tanah yang dibutuhkan untuk media penanaman wortel adalah tanah berjenis alluvial, regosol, dan andasol.

Mengapa? Sebab tingkat keasaman yang dibutuhkan untuk budidaya wortel yakni 5,5-6,5 pH. Namun jenis tanah ini hanya ditemukan di dataran tinggi saja.

2. Suhu

Ternyata suhu juga sangat berpengaruh terhadap metabolisme tanaman wortel. Pada umumnya suhu yang optimal untuk budidaya tanaman wortel berkisar antara 15,6-21,1 derajat Celcius.

Pada suhu ini pertumbuhan tanaman wortel dapat berjalan lebih optimal.

3. Curah Hujan

Curah hujan sangat berpengaruh pada ketersediaan air dalam tanah. Jika kekurangan air maka pertumbuhan tanaman wortel akan terhambat, namun jika kelebihan air tanaman wortel akan mudah terserang penyakit.

Daerah yang paling tepat untuk budidaya tanaman wortel adalah daerah yang beriklim basah (1,5-3 tahun bulan kekeringan selama 1 tahun) dan iklim agak basah (3-4,5 bulan kering dalam satu tahun)

4. Kelembaban Udara

Kelembaban yang paling sesuai dengan proses budidaya wortel berkisar antara 80-90 persen. Pasalnya jika kelembapan udaranya terlalu tinggi, hal ini akan merangsang pertumbuhan cendawan yang menyebabkan penyakit.

5. Cahaya Matahari

Sudah bukan menjadi rahasia lagi jika cahaya matahari membantu proses fotosintesis. Hal ini tentunya akan berdampak pada pertumbuhan umbi wortel yang semakin cepat dan baik.

Untuk itu, pastikan tanaman wortel menerima cahaya matahari 9-10 jam setiap harinya.

Menggunakan Bibit yang Berkualitas

bibit wortel

Sudah barang tentu jika penggunaan bibit yang berkualitas juga akan ikut berpengaruh pada hasil panen yang akan didapatkan.

Anda bisa mendapatkan bibit wortel yang berkualitas dengan dua cara, yakni membeli di toko pertanian atau membuat sendiri dari induk berkualitas.

Jika ingin membeli di toko pertanian, pastikan jika bibit yang Anda beli merupakan bibit yang berkualitas dan tahan terhadap hama dan penyakit.

Hal ini bertujuan agar tanaman wortel mampu mencapai pertumbuhan yang optimal.

Proses Pemeliharaan dan Pemupukan

Poin ini merupakan hal terpenting yang perlu dilakukan. Mengapa? Sebab jika pemeliharaan dan pemupukan tanaman dilakukan dengan benar, maka hasilnya pun akan lebih optimal.

Untuk melakukan pemeliharaan dan penanaman yang benar, perhatikan 3 poin penting ini;

1. Penjarangan dan Penyiangan

Penting untuk melakukan pengurangan jumlah tanaman guna memberikan ruang yang lebih besar untuk tanaman. Hal ini tentu akan membuat tanaman wortel tumbuh lebih optimal.

Pilihlah tanaman wortel yang tidak bagus agar tidak mempengaruhi tanaman lainnya.

Langkah selanjutnya yakni membersihkan tanaman dari hama yang mengganggu. Baik itu hewan ataupun tanaman liar. Pastikan untuk rutin membersihkannya.

Sebab jika tidak gulma akan menyerap nutrisi dalam tanah dan menjadi tanaman inang berbagai penyakit.

2. Pengairan

Pada fase awal pertumbuhan, tanaman wortel membutuhkan air yang cukup. Untuk itu ada baiknya melakukan penyiraman setiap hari di awal fase pertumbuhan.

Seiring dengan pertumbuhan tanaman wortel yang semakin besar, Anda bisa mengurangi intensitasnya.

3. Pemberian Pupuk

Pemberian pupuk dapat dilakukan ketika tanaman wortel sudah berusia 30HST. Pada tahap ini Anda bisa memberikan pupuk urea dan HCl dengan perbandingan 2 : 1 yang dapat dilakukan dengan membuat larikan di samping wortel dengan jarak 5 cm.

Anda bisa memberikan pupuk pada larikan tersebut dan tutup kembali dengan tanah. Tak hanya itu saja, Anda juga bisa menyemprotkan pupuk cair organik selama masa pemeliharaan paling tidak 1 minggu sekali.

Proses pemupukan dilakukan agar kebutuhan nutrisi tanaman wortel dapat terpenuhi dengan baik dan tanaman tidak mudah terserang penyakit.

Dengan begitu maka pertumbuhan wortel dapat tumbuh dengan optimal dan menghasilkan umbi yang besar.

Penanganan Penyakit dan Hama

Cara Menanam Wortel

Hama dan penyakit merupakan salah satu masalah yang paling sering dihadapi saat budidaya wortel.

Serangan hama dan penyakit tentunya akan membuat pertumbuhan wortel menjadi tidak maksimal. Nah berikut beberapa hal yang bisa mengantisipasinya.

1. Penanganan Hama

Tanaman wortel sangat mudah terkena hama ulat dan kutu daun. Untuk mengatasi ulat tanah, lakukan pencarian sarangnya di pagi hari dan basmi saat itu juga.

Namun jika serangannya semakin meninggi, Anda bisa gunakan insektisida berbahan aktif karbofuran.

Sedangkan untuk membasmi kutu daun, Anda bisa membersihkannya secara rutin. Terutama dari serangan gulma.

Jika hal ini dibiarkan kutu akan menyerap pucuk daun dan daun menjadi keriting sehingga tidak bisa melakukan fotosintesis dengan sempurna.

2. Penanganan Penyakit

Bercak daun dan bintil akar merupakan penyakit yang sering menyerang tanaman wortel. Kondisi ini harus segera diatasi. Pasalnya bintil akar akan menyebabkan umbi wortel memiliki benjolan akibat nematoda.

Sedangkan bercak pada daun sendiri biasanya disebabkan oleh jamur cescospora yang ditandai dengan timbulnya warna cokelat pada daun dan bagian tepi daun berubah warna menjadi hitam.

Itu dia beberapa cara menanam wortel yang benar agar hasil panen menjadi berlimpah. Ternyata ada banyak sekali tahapan penting yang harus dilakukan selama proses budidaya wortel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *