Cara Menanam Sawi

Cara Menanam Sawi

Sawi merupakan salah satu jenis sayuran yang cukup terkenal di Indonesia. Tak hanya enak, sawi juga mudah diolah menjadi makanan siap saji yang banyak mengandung gizi yang baik untuk tubuh.

Karena merupakan jenis tanaman yang mudah dibudidayakan terutama di wilayah Indonesia, tentu penting bagi Anda mengetahui bagaimana cara menanam sawi yang baik dan benar agar hasilnya maksimal. Berikut beberapa penjelasannya.

Memilih Benih Sawi

Memilih benih merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan dan kualitas sawi yang ditanam. Ciri benih sawi yang berkualitas yakni berwarna cokelat kehitaman, berbentuk bulat kecil, bertekstur keras, serta memiliki permukaan yang licin dan mengkilap.

Namun jika Anda ingin membuat bibit sendiri, pisah sawi yang akan dijadikan sebagai bibit dengan tanaman lainnya. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses pembenihan. Untuk 1 ha tanah dibutuhkan 750 gram sawi, namun untuk pekarangan cukup 2 sendok makan saja.

Proses Pembibitan dan Penyemaian Benih

Proses penyemaian sendiri dilakukan guna mendapatkan tunas sawi yang berkualitas juga. Umumnya proses penyemaian dilakukan dengan merendam bibit selama 6-12 jam. Bibit tersebut nantinya akan mengapung. Jika sudah direndam jangan lupa keringkan.

panen sayuran Sawi

Setelah itu Anda hanya perlu masukkan benih ke dalam media tanam seperti pot yang sudah berisi humus dan pupuk organik dengan perbandingan 1 : 3. Pada setiap pot isi dengan 5-10 benih sawi dan siram 2 kali dalam sehari hingga muncul daun (bertunas).

Untuk mempercepat proses pertunasan, Anda bisa menyiram tanaman tersebut pada tempat yang sejuk dan terkena paparan sinar matahari langsung. Pastikan juga benih mendapat air yang cukup untuk menjaga kelembabannya. Tunas akan tumbuh selama kurang lebih 10 hari.

Proses Pengelolaan Lahan Tanam

Lahan yang akan digunakan sebagai media tanam sawi yang sudah bertunas tentunya harus diolah terlebih dahulu. Proses ini bertujuan untuk menggemburkan tanah dan memperbaiki struktur tanah agar sawi dapat tumbuh dengan baik.

Cara Menanam Sawi

Proses pengelolaan tanah dapat dilakukan dengan cara mencangkulnya, dan membersihkannya dari gulma atau rumput liar yang akan mengganggu pertumbuhan tanaman sawi. Cukup cangkul tanah sedalam 20-40 cm dan tambahkan pupuk untuk menambah unsur hara tanah.

Namun jika tanah yang akan digunakan untuk menanam terlalu asam, Anda juga bisa melakukan pengapuran untuk menaikkan derajat asam tanah. Proses pengapuran harus dilakukan 2 – 4 minggu sebelum penanaman.

Cara Menanam Sawi

Benih sawi yang sudah bertunas kemudian akan dipindahkan pada media tanam yang sudah disiapkan. Jarak antar tanaman berkisar antara 25-30 cm dengan kedalaman 6 -10 cm. Bila sudah ditanam, timbun setengah batang tunas sawi dengan pupuk kompos.

Pemeliharaan dan Perawatan Tanaman Sawi

Proses perawatan dan pemeliharaan tanaman sawi terbilang cukup sulit. Mengapa? Sebab jika salah sawi tidak akan tumbuh dengan baik atau bahkan mati. Jadi pastikan tanaman sawi mendapat sinar matahari cukup yang tidak lebih dari 8 jam setiap harinya.

Tak hanya itu saja, tanaman sawi juga harus rutin disiram 2 kali dalam sehari demi menjaga keadaan tanah agar tetap lembab dan basah. Namun jika musim pengujian tiba, pastikan jika intensitas curah hujan sesuai dengan kondisi tubuh sawi.

1. Penyiraman Tanaman

Sawi yang sudah tumbuh harus disiram secara rutin. Setidaknya siram 2 kali sehari setiap pagi dan sore. Penyiraman juga dapat dilakukan dengan mencampurkan air dan pupuk organik, atau menggunakan air bekas cucian beras demi menambah unsur hara dalam tanah.

Namun saat musim kemarau, intensitas air untuk menyiram tanaman harus diperbanyak. Selain itu, pastikan jika tanaman sawi tidak mendapatkan paparan sinar matahari lebih dari 8 jam per harinya.

Jika musim penghujan turun, Anda bisa mengurangi intensitas air yang digunakan untuk menyiram tanaman. Namun jika curah hujannya terlalu tinggi, tanaman sawi tidak perlu disiram 2 kali karena tingkat kelembaban tanah yang tinggi.

2. Penjarangan

Penjarangan juga merupakan proses yang tak kalah penting. Pada umumnya penjarangan dapat dilakukan setelah 14-18 hari setelah penanaman. Penjarangan dilakukan dengan mencabut sawi yang tumbuh terlalu rapat agar tetap memiliki tingkat kesuburan yang sama.

3. Penyulaman Tanaman

Penyulaman merupakan proses penggantian tanaman sawi yang sudah rusak dengan tanaman yang baru. Proses penyulaman dapat dilakukan selama 2-4 kali sebelum masa tanam dengan memperhatikan keadaan tanaman sawi, apakah sudah rusak atau belum.

4. Penyiangan

Umumnya penyiangan dilakukan 2-4 kali selama masa tanam dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman sawi, menggemburkan tanah, dan melakukan pemupukan setelah 3 minggu masa tanam.

Pemupukan tanaman sawi dapat dilakukan dengan menggunakan 1 sdt urea yang sudah dicampurkan ke dalam 25 liter air. Air campuran ini nantinya akan digunakan untuk menyiram tanaman sawi setiap pagi dan sore hari.

5. Pengendalian Hama

Ulat perusak daun, ulat tanah, dan ulat gerayak merupakan hama yang sering menyerang tanaman sawi. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman sawi yakni penyakit busuk alternaria, penyakit bercak daun, dan penyakit busuk daun.

Untuk itu hama dan penyakit yang menyerang tanaman sawi dapat menurunkan kualitasnya. Jadi pastikan untuk selalu melakukan pengendalian hama dan penyakit. Proses pengendalian dapat dilakukan dengan pestisida 2 minggu sebelum masa panen tiba.

6. Pemanenan Sawi

Umumnya masa panen dapat dilakukan jika sawi sudah berusia 50-80 hari setelah penanaman. Pemanenan dapat dilakukan dengan cara mencabut sawi hingga ke akarnya atau hanya memotong bagian batang saja. Jangan lupa bersihkan sawi dari kotoran.

Nah itu dia beberapa cara menanam sawi serta pemeliharaan dan perawatannya dengan benar. Anda hanya perlu mencoba langkah-langkah di atas dengan benar. Sehingga hasil panennya dapat berkualitas dan sesuai dengan yang diharapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *