Cara Membuat Pupuk Kompos

proses pembuatan pupuk kompos

Ada beragam jenis pupuk yang biasa digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah sekaligus memberi asupan lebih baik pada tanaman.

Seperti jenis pupuk kompos yang lebih ramah terhadap tanah, tanaman, juga pada lingkungan. Cara membuat pupuk kompos dari sampah organik misalnya.

Karena bahan dasarnya berupa sampah organik, maka penggunaan pupuk ini membantu mengurangi jumlah limbah.

Termasuk limbah rumah tangga yang sebagian besar adalah sisa bahan makanan dan mudah terurai. Anda tertari membuat pupuk ini sendiri di rumah? Berikut ulasannya.

Manfaat Penggunaan Pupuk Kompos bagi Keberadaan Sampah Rumah Tangga

Pupuk kompos merupakan pupuk organik yang memiliki manfaat dan kelebihan tersendiri dalam penggunaannya.

Beberapa manfaat menggunakan pupuk ini yaitu meningkatkan kesuburan tanah, memaksimalkan adanya unsur hara dalam tanah, meningkatkan penyerapan, dan masih banyak lagi.

Kelebihan pupuk ini selain lebih ramah lingkungan, pupuk kompos aman digunakan untuk kelompok tanaman yang dikonsumsi masyarakat.

khasiat pupuk kompos

Contohnya kelompok tanaman pangan berupa sayur dan buah. Kelebihan lainnya, pupuk kompos bisa membantu mengusir serangan penyakit pada tanaman.

Cara Membuat Pupuk Kompos dari Sampah Organik di Rumah

1. Menyiapkan Sampah Organik yang Mudah Terurai

Bertujuan memanfaatkan sampah organik yang ada di rumah, langkah paling awal yang harus dilakukan ialah dengan menyiapkan sampah organik sebagai bahan dasar.

Beberapa contoh sampah organik seperti sisa nasi yang sudah basi, sampah potongan sayur/buah, dan sejenisnya.

Memang tidak semua sampah yang dirasa mudah terurai bisa dijadikan bahan dasar, sehingga Anda perlu memilih sampah yang ingin digunakan.

Tidak hanya sisa makanan, sampah yang terbuat dari bahan alami seperti sampah tisu dan kapas bekas pun bisa menjadi campuran.

2. Alat-Alat yang Dibutuhkan

Kemudian selain bahan dasar, siapkan juga bahan tambahan yang bertugas mengurai sampah yaitu serbuk gergaji atau pupuk kandang, air, dan dekomposer.

Serbuk gergaji atau pupuk kandang bertugas sebagai agen inokulen.

Sementara itu untuk peralatannya Anda akan membutuhkan alat pencacah seperti pisau, ember bekas ukuran besar, alat pengaduk, serta wadah khusus untuk melarutkan dekomposer.

Ukuran wadah bisa disesuaikan kebutuhan seperti banyaknya sampah organik yang akan diolah.

3. Hancurkan Sampah Organik

Pembuatan pupuk dimulai dengan menghancurkan sampah-sampah dengan cara mencacah atau memotongnya jadi ukuran terkecil.

proses pembuatan pupuk kompos

Anda bisa menggunakan alat penghancur yang memudahkan proses ini seperti hand blender atau pun blender biasa.

Ada beragam rupa dan tekstur sampah organik hasil dari limbah rumah tangga. Pisahkan sesuai bentuk dan tingkat kemudahan untuk dihancurkan. Baik sebelum dihancurkan, mau pun sudah dihancurkan.

4. Menambahkan Agen Inokulan (Bahan Tambahan)

Selanjutnya, cara membuat pupuk kompos dari sampah organik setelah dihancurkan ialah menambah agen inokualn dengan mencampurnya hingga merata.

Bahan tambahan ini wajib dicampurkan untuk membantu proses penguraian dan pembentukan.

Jadi tidak bisa diabaikan. Campurkan menggunakan alat pengaduk atau menggunakan tangan langsung agar merata.

5. Larutkan Larutan Dekomposer

Lanjut melarutkan larutan dekomposer atau larutan aktivator di wadah berbeda dengan air. Larutan ini berisi bakteri dan jamur baik yang bertugas menguraikan komponen pupuk.

Umumnya bersifat ramah lingkungan. Salah satu contoh larutan dekomposer ialah EM4.

Setelah melarutkan dekomposer, tuang larutan tersebut ke dalam wadah berisi sampah organik tadi. Aduk dan campur sampai merata.

Bila sampah masih terlalu kering, bisa ditambahkan lagi larutan dekomposernya. Pastikan sampah menjadi lembap.

6. Campurkan dengan Bahan Kompos

Siapkan wadah khusus sebagai wadah pengomposan yaitu ember berukuran besar. Anda bisa gunakan tong sampah atau wadah sejenis lainnya.

Masukan campuran sampah ke dalam wadah pengomposan. Tutup wadah. Diamkan selama satu hingga dua bulan.

Anda bisa mengaduknya satu minggu sekali untuk memberi udara, tetapi ingat harus kembali ditutup lagi.

7. Menunggu Proses Pengomposan dan Menggunakan Pupuk Secara Tepat

Setelah kurang lebih delapan minggu, pastikan suhu di sampah yang telah berubah menjadi pupuk kembali normal.

Baru pindahkan pupuk ke wadah lain yang dipisah sesuai kebutuhan. Kompos yang siap digunakan memiliki tampilan kecokelatan.

Teksturnya butiran halus dan mengeluarkan aroma bau tanah yang cukup menyengat. Ada lebih baik menaruh dengan kemasan-kemasan yang aman dan mempermudah penggunaan secara rutin.

Tags:

Leave a Reply