Bunga Sakura

Siapa yang tak kenal dengan bunga Sakura? Nama bunga yang cantik ini kerap pula disematkan sebagai nama anak karena keindahannya. Umumnya, warna sakura adalah ungu muda agak putih atau cenderung kuning.

Bunga satu ini banyak tumbuh di Jepang.Meski di Jepang banyak bertebaran pohon-pohon Sakura yang besar, rupanya tanaman satu ini  juga bisa tumbuh dalam pot, lho! Anda bisa coba menanam bunga keren satu ini di rumah.

Simak beberapa penjelasan tentang jenis-jenis Sakura, cara tanam, dan cara merawatnya di bawah ini.

Aneka Varian Sakura

Bunga khas Jepang ini memiliki beberapa jenis bibit yang super cantik. Apa saja ya, variannya?

1. Varian Sakura Hikanzakura

Kembang sakura jenis Hikanzakura atau biasa disebut Kanhizakura adalah salah satu jenis sakura yang penyebarannya hingga ke Negeri Cina. Umumnya, ia tumbuh liar dan paling banyak tersebar di Okinawa.

Karena bergantung musim, Sakura jenis ini bisa mekar dalam jangka waktu yang tak sama. Di beberapa wilayah Jepang, Hikanzakura bisa mekar pada bulan Januari sampai Februari, di wilayah lainnya bisa mekar dari Februari sampai Maret.

2. Varian Sakura Fuyuzakura

Jenis bunga sakura Fuyuzakura, umumnya digolongkan sebagai jeni sakura musim dingin. Hal ini dikarenakan jenis sakura satu ini mekar saat musim dingin, antara November hingga Desember. Umumnya, jenis satu ini tumbuh di daerah Mizumachi, Jepang.

3. Varian sakura Shidarezakura

Jenis satu ini adalah varian resmi di daerah Kyoto. Warnanya merah mudah dan putih, umumnya tumbuh saat musim semi. Jika Anda banyak melihat film Jepang dengan bunga berguguran, kemungkinan besar adalah kembang sakura dengan varian Shidarezakura ini.

4. Varian Somei Yoshino

Varian sakura satu ini adalah jenis kembang sakura yang paling banyak ditanam di Jepang. Umumnya berada di sekitar wilayah Shikoku dan Kyushu, dan tumbuh pada bulan Maret. Di Tokyo, jenis satu ini tumbuh sekitar bulan April.

Varian Somei Yoshino biasanya memiliki 5 kelopak, berwarna merah mudah agak pucat, sehingga justru akan terlihat dominan warna putih. Bunga ini termasuk dalam jenis bunga tungga, yang tidak memiliki lapisan kelopak.

5. Varian Sakura Kawazusakura

Varian Sakura Kawazusakura kerap disebut Cherry Weeping atau Ceri Menangis. Hal ini dikarenakan kelopaknya yang tumbuh menekuk seperti bersedih. Spesies sakura satu ini berjenis kembang tunggal seperti Somei Yoshino.

6. Varian sakura Ichiyou

Makna Ichiyou adalah daun, kembang satu ini dinamakan Ichiyou karena ketika kelopaknya berbunga, pada bagian putiknya akan muncul batang kecil serupa daun. Spesies ini umumnya memiliki 22 kelopak. Saking cantiknya, Jepang membuat festival besar untuk bunga satu ini.

7. Varian Sakura Kanzakura

Bunga sakura jenis satu ini memiliki kelopak ganda. Umumnya berjumlah 52 kelopak atau lebih. Meski pertumbuhannya cukup lambat, kecantikannya tetap menarik perhatian siapa saja yang melihatnya. Warna dominan varian ini adalah pink gelap dan berkelopak besar.

8. Varian Sakura Fugenzou

Jenis varian Fugenzou juga termasuk jenis sakura berkelopak ganda. Umumnya mencapai 42 kelopak bunga. Ciri khasnya yakni memiliki daun yang bergerigi dan berwarna merah muda. Spesies satu ini banyak tersebar di wilayah Kyoto.

Cara Tanam Bibit Sakura dalam Pot

Cara Tanam Bibit bunga Sakura
club-pk.ru

Di bawah ini terdapat beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menanam bunga sakura di dalam pot.

  1. Siapkan biji tanaman Sakura jenis apa saja. Anda bisa membeli bibitnya pada penjual bibit tanaman di kota Anda.
  2. Rendam biji sakura di dalam segelas air selama 24 jam. Tujuannya untuk merangsang pertumbuhan kecambah awal untuk proses penanaman.
  3. Setelah 24 jam direndam, pindahkan biji sakura ke dalam air yang telah diberi larutan fungisida selama 10 menit. Tujuannya untuk menghindari jamur atau cendawan.
  4. Siapkan media tanam berupa tanah, pupuk kompos, dan pasir kasar. Perbandingan ketiganya yakni 2:1:2, kemudian masukkan dalam pot yang berdiameter sekitar 40 cm. Tekan perlahan untuk menjaga tekstur tanah tetap gembur dan tidak terlalu padat.
  5. Buat lubang untuk menanam dengan menggunakan jari, kurang lebih sedalam 7 cm. Sebarkan satu benih sakura ke dalam lubang tersebut. Tutup kembali tipis-tipis, tanpa ditekan.
  6. Kini tanaman sakura Anda sedang dalam proses penyemaian. Pada tahapan ini letakkan pada posisi yang lembab dan tidak terkena matahari secara langsung. Anda bisa meletakkan di sekitar kamar mandi dalam jangka waktu sekitar 1 bulan.
  7. Ketika tinggi bibit pohon sakura sudah mencapai 5 cm, pindahkan ke teras rumah atau di lokasi yang terdapat sinar matahari langsung.
  8. Sirami 2 kali sehari agar menjaga kelembabannya.
  9. Pemupukan bisa dilakukan sebulan sekali atau sesuai kebutuhan.

Perawatan Bibit Sakura dengan Benar

Berikut ini terdapat beberapa langkah untuk perawatan bibit sakura yang sedang ditanam.

  1. Jika Anda dapati semua bibit  Sakura gugur, maka lakukan defoliasi, yakni membuang daun yang telah tua untuk merangsang pertumbuhan bunga dan daun yang baru.
  2. Rawat bibit sakura dengan pupuk yang bagus agar tumbuh dengan maksimal
  3. Anda dapat memberikan fungisida atau pestisida dengan kadar rendah untuk mencegah tumbuhnya jamur dan hama penyakit
  4. Menjaga kelembaban sakura agar tak kering dan cepat mati

Beberapa informasi terkait varian, cara tanam, dan perawatan bunga sakura di atas bisa jadi langkah yang bisa Anda tiru di rumah.

Kehadiran kembang asal Jepang ini tentu akan menjadi hiasan yang cantik di halaman rumah Anda. Tamu yang datang pasti akan mengaguminya.

Leave a Comment