Budidaya Tanaman Puring

Puring merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki banyak jenis bentuk dan nama. Dari banyaknya jenis puring yang ada, warna dan juga daunnya memiliki ciri khas berbeda-beda. Budidaya tanaman puring ini kebanyakan ditanam di dalam pot.

Namun Anda masih bisa menanamnya langsung di atas tanah di halaman rumah. Tanaman jenis ini biasanya dijual dengan harga yang cukup mahal.

Harga dari taman ini tergantung dari hasil warna yang ada pada jenis puring tersebut dan bentuknya.

Semakin cantik warna dari jenis puring dan semakin unik bentuk dari jenis puring tersebut, maka harganya akan semakin mahal ketika dijual. Simak bagaimana cara Budidaya Tanaman Puring yang benar.

Karakteristik Tanaman Puring

Tanaman ini memiliki warna daun yang menarik perhatian, bukan cuma 1 warna. Tanaman ini memiliki perpaduan dari beberapa warna yang dinamis.

Ciri khas yang ada pada tanaman ini adalah warna dasar daunnya yang memiliki corak berbeda-beda di bagian tengahnya.

Selain itu urat-urat pada daun paring ini memiliki warna yang cerah dibanding bagian pinggirnya.

Anda bisa menemukan banyak sekali variasi warna pada tanaman ini, seperti merah, kuning, hijau, ungu, dan ada juga campuran dari warna-warna tadi.

Keunikan dari tanaman ini adalah semakin tua tanaman puring, warna dari tanaman ini akan semakin pekat.

Jenis-Jenis Budidaya Tanaman Puring

Seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa ada banyak jenis tanaman puring. Ada banyak sekali jenis puring yang bisa Anda temukan, Anda bisa menemukannya di beberapa penjual bunga.

Budidaya Tanaman Puring

Nah berikut ini adalah beberapa jenis taman puring:

  • Puring anggur. Berbentuk oval, memiliki kombinasi warna merah, kuning, cokelat, hijau, dan memiliki bintik-bintik di bagian tengahnya
  • Pring bor. Daunnya melintir seperti bor, memiliki kombinasi dari warna kuning emas, hijau, merah, dan hitam
  • Puring apel. Daunnya berbentuk bulat, memiliki kombinasi warna kuning dan hijau
  • Puring kobra. Daunnya memanjang dan melebar di bagian ujungnya, mirip seperti ular kobra
  • Puring cabai. Daunnya kecil-kecil seperti cabai, memiliki kombinasi warna kuning dan hijau
  • Puring dasi. Daunnya seperti dasi kupu-kupu, memiliki kombinasi warna kuning, hijau, dan merah
  • Puring emping. Daunnya bulat namun ada juga yang ujungnya lancip, memiliki kombinasi warna hijau dan kuning
  • Puring jari. Daunnya berbentuk mirip jari manusia dan memiliki kombinasi warna hijau dengan campuran kuning di bagian tepinya
  • Puring kura-kura. Daunnya seperti tempurung kura-kura dan memiliki kombinasi warna hijau, merah dan kuning.

Tips Budidaya Tanaman Puring

Anda yang tertarik untuk membudidayakan dan mulai menanam tanaman ini bisa mengikuti beberapa tips cara menanam tanaman puring berikut ini:

1. Media Tanam

Media tanaman yang cocok untuk puring adalah tanah yang tidak terlalu keras. Jadi Anda bisa menggunakan tanah yang dicampur dengan sekam mentah atau bakar, kompos atau pupuk kandang, dan cocopeat dengan perbandingan 1:1:1:1.

Tanah ini akan menopang akar puring supaya tidak tumbang karena tertiup angin yang kencang. Keasaman tanah yang cocok untuk pertumbuhan puring adalah antara 5-6.

2. Penyiraman

Penyiraman harus dilakukan secara teratur supaya daun puring bisa tumbuh dengan lebat. Ketika cuaca sedang normal, siram tanaman ini satu kali saja. Ketika sedang musim kemarau, siram tanaman ini dua kali sehari.

Intensitas penyiraman juga harus Anda sesuaikan dengan tingkat keporosan tanah yang digunakan. Contohnya jika tanah kurang porous maka cukup satu kali saja menyiramnya dalam sehari.

3. Intensitas Sinar

Tanaman puring ini memiliki daun yang lebar dan sensitif terhadap sinar matahari. Jika mereka terkena terlalu banyak sinar matahari, maka daun mereka akan layu dan mati terbakar.

Oleh karena itulah peneduh kadang diperlukan untuk melindungi tanaman ini.

Anda bisa menggunakan peneduh atau paranet 50%, dengan begitu intensitas sinar matahari yang sampai ke daun tanaman hanya 50% saja dan tidak berlebihan.

4. Pemupukan

Dalam hal pemupukan, tanaman puring ini termasuk jenis tanaman yang harus sering diberi pupuk. Hal ini karena nutrisi pada media tanam yang terbatas. Anda bisa menggunakan pupuk organik maupun anorganik.

Asalkan pupuk tersebut memiliki unsur hara P dan K. Karena unsur ini sangat penting dalam pertumbuhan tanaman dan juga peningkatan warna daun puring.

Disarankan menggunakan pupuk nasa organik karena mengandung bahan-bahan alami yang mampu menyuburkan tanaman dengan baik tanpa efek samping.

Waktu terbaik untuk melakukan pemupukan adalah jam 9 pagi atau ketika sore hari setelah jam 3.

Nah itulah tadi penjelasan tanaman puring yang meliputi karakteristik, jenis-jenisnya, cara menanam dan merawatnya.

Selain memiliki warna daun yang indah, tanaman ini juga memiliki manfaat untuk kesehatan.

Masalah kesehatan seperti demam, diare, susah buang air besar bisa Anda sembuhkan dengan tanaman ini.

Karena tanaman ini mengandung zat alkaloids, saponins, dan flavonoid yang membuat tanaman ini bisa dikategorikan sebagai tanaman herbal.

Namun itu terserah Anda, apakah mau menggunakan tamanan yang cantik ini untuk obat? Mending beli obat saja di apotik dan budidayakan tanaman ini karena memiliki daun yang cantik.

Demikian pembahasan tentang cara budidaya tanaman puring, semoga bisa menambah wawasan kita.

Leave a Comment