Budidaya Seledri

cara budidaya seledri

Tanaman seledri adalah tanaman yang mungkin sudah tidak asing lagi di telinga karena sering digunakan sebagai bumbu masak. Untuk tambahan informasi, tanaman ini termasuk tanaman adas, sehingga banyak orang yang kemudian memilih budidaya seledri.

Jika di Indonesia, kebanyakan daun seledri digunakan sebagai salah satu penyedap rasa dalam makanan, lain halnya dengan beberapa negara lain.

Misalnya saja di Eropa, semua bagian dari tanaman ini dimanfaatkan dengan baik untuk berbagai macam keperluan.

Seledri sendiri akan bisa tumbuh dengan hasil yang sempurna apabila berada di dataran tinggi. Namun, tidak jarang pula yang menanamnya di dataran rendah.

Sebab tanaman ini memang bisa dibilang masih toleran dan bisa tumbuh di dataran rendah.

Ada berbagai macam metode mudah yang bisa diterapkan ketika Anda ingin budidaya seledri.

Namun, perlu diketahui jenis tanaman yang satu ini tidak tahan terhadap curah hujan yang tinggi. Tanaman ini juga kerap dijadikan sebagai lalapan maupun sebagai obat.

Adapun untuk membudidayakannya bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan cara generatif atau berasal dari biji. Cara kedua adalah dengan cara vegetatif atau dari anakannya.

Nah, bagi Anda yang masih bingung untuk memulai budidaya seledri, di bawah ini akan dijelaskan langkahnya secara jelas:

Persiapan Awal

lahan budidaya seledri

Pada tahapan persiapan awal budidaya seledri, Anda diminta untuk menentukan pilihan akan menggunakan cara menanam yang mana.

Tentu saja pilihan ini didasarkan atas kebutuhan dan juga tujuan utama penanaman seledri.

Misalnya ketika Anda menginginkan budidaya dalam jumlah yang besar dan juga untuk tujuan komersial maka sebaiknya pilihlah cara generatif.

Sedangkan jika Anda hanya memerlukan dalam skala kecil dan untuk konsumsi pribadi maka akan lebih mudah yang vegetatif.

Bagi Anda yang masih awam disarankan untuk jangan terlalu mengambil risiko. Pilihlah budidaya dalam skala kecil terlebih dahulu dengan cara vegetatif.

Langkahnya yang harus Anda lakukan adalah menyiapkan pot ataupun polybag yang berisi tanah, kemudian tanamlah anakan seledri.

Pembibitan Seledri

Seperti yang sudah disebutkan di atas bahwa ada dua cara yang bisa dilakukan ketika Anda akan budidaya seledri. Begitu pula dengan pembibitannya yang juga ada dua cara. Baik vegetatif maupun generatif.

Apabila Anda menggunakan cara vegetatif maka Anda harus terlebih dahulu mempunyai tanaman seledri untuk diambil anakannya.

Namun, jika ternyata Anda belum memilikinya, sebaiknya Anda melakukan pembibitan secara generatif terlebih dahulu.

panen seledri

Cara pembibitan generatif adalah dengan menyiapkan biji untuk kemudian disemai. Apabila bibit sudah disemai nanti biji akan pecah dan selanjutnya tumbuh menjadi bibit.

Agar lebih mudah dipahami, berikut langkah-langkah pembibitan seledri yang bisa diikuti:

  • Siapkan biji dan rendam dalam air hangat selama kurang lebih 60 menit
  • Buat baki semai dan kemudian isi dengan campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 2:1
  • Pastikan Anda menempatkan baki di tempat yang tidak terkena sinar matahari dan air hujan secara langsung
  • Semai biji yang telah direndam ke dalam baki semai dan timbun tipis-tipis dengan tanah yang ada di dalam baki, lalu siram dengan air agar tetap lembab
  • Lakukan penyiraman secara rutin pada saat pagi dan sore hari
  • Bibit seledri sudah bisa di pindah tanam dalam kurun waktu 30 hari saat sudah terlihat 3-4 helai daun.

Dikarenakan proses pembibitan yang tidak selalu berhasil, maka lakukanlah pengecekan secara rutin. Tujuannya agar pada saat terjadi masalah atau timbul hama Anda bisa segera mengatasinya.

Penanaman Seledri

Setelah tanaman seledri disemai dan sudah bisa dipindah tanamkan, kini Anda sudah bisa memindahkannya ke dalam polybag. Adapun persiapan yang terlebih dahulu Anda lakukan adalah:

  • Siapkan polybag dan isi dengan media tanam yang terdiri atas tanah, arang sekam serta kompos. Perbandingan ketiga komponen tersebut adalah 1:1:1 dan selanjutnya campurkan ketiganya dan diayak agar hasilnya lebih maksimal
  • Cabut bibit semai dari bakinya, agar lebih mudah dalam proses pencabutan maka Anda bisa menyiramkan sedikit air
  • Buatlah lubang pada media tanam di polybag dengan kedalaman 3 cm dan masukkan bibit ke dalamnya lalu timbun kembali dengan tanah.

Perawatan Seledri

Dalam budidaya seledri Anda betul-betul harus memperhatikan masalah perawatannya juga. Terlebih saat bibit sudah dipindahkan dalam pot atau polybag.

Cara perawatannya mulai dari melakukan penyiraman secara rutin hingga berbagai masalah yang mungkin muncul.

Anda harus intensif dalam melakukan perawatan ini, perhatikan masalah kelembaban tanahnya karena itu merupakan hal yang sangat penting.

Mengingat jika tanaman terlalu kering tidak baik, terlalu becek juga akan menyebabkan akar justru membusuk.

Bentuk perawatan lain yang juga tidak kalah penting untuk diperhatikan yakni hama berupa kutu, ulat ataupun tungau.

Apabila Anda menjumpai hama di tanaman maka langsung saja buang dengan tangan. Jika tanaman terserang penyakit, Anda bisa lakukan penyemprotan pestisida.

Pemanenan

sukses panen budidaya seledri

Kini tiba saatnya yang ditunggu-tunggu yakni masa panen seledri. Tanaman ini sudah bisa dipanen dalam waktu 2 hingga 3 minggu. Untuk lebih mudah mengenali seledri siap panen adalah dilihat dari daunnya yang lebat.

Sementara cara memanennya sangatlah mudah, Anda hanya tinggal memotong bagian bawah batang seledri. Setelah dipetik, Anda bisa memanennya lagi dalam jangka waktu 1-2 minggu. Mudah sekali kan kawan?

Itulah panduan praktis budidaya seledri yang bisa Anda tiru agar hasilnya bisa maksimal. Semoga dapat membantu sehingga budidaya ini berhasil dengan hasil panen yang memuaskan. Selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *