Budidaya Pisang

budidaya pisang gepok

Tanaman pisang adalah  tanaman yang banyak ditanam di lingkungan sekitar rumah. Hampir semua jenis pisang bisa tumbuh di berbagai lokasi. Proses perawatannya juga sangat sederhana sehingga banyak yang memutuskan untuk memilih melakukan budidaya pisang.

Seperti diketahui bersama bahwa pisang memang memiliki banyak sekali jenis, akan tetapi kali ini yang akan dibahas lebih lengkap adalah mengenai pisang Kepok.

Yakni pisang lokal dengan bentuknya yang pipih, tidak sama dengan bentuk pisang biasanya yang bulat dan panjang.

Pisang Kepok lain dengan pisang ambon yang bisa dikonsumsi secara langsung. Jika Anda ingin menikmati kelezatan pisang Kepok, terlebih dahulu Anda harus mengolahnya menjadi berbagai olahan.

Misalnya saja dijadikan sebagai keripik pisang. Ada dua jenis pisang Kepok yakni pisang kuning dan putih.

Kedua jenis pisang kepok ini bisa dibedakan dari warnanya yang kuning dan putih ini. Selain itu, pada umumnya pisang kepok yang kuning lebih banyak diminati meskipun harganya cukup mahal.

Sebab pisang Kepok kuning memang lebih enak dibandingkan yang putih. Meski begitu, proses budidaya pisang dua jenis tersebut adalah sama.

Pisang Kepok ini bisa tumbuh dimana saja, akan tetapi untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya Anda harus memilih lahan yang paling tepat dan memenuhi persyaratan. Terlebih permintaan akan pisang Kepok memang tidak pernah sepi.

Syarat Tumbuh Pisang Kepok

pohon pisang

  • Tanaman pisang Kepok umumnya tumbuh di dataran rendah dengan ketinggian kira-kira 1000 hingga 2000 meter di atas permukaan laut.
  • Agar bisa tumbuh maksimal, pisang kepok sebaiknya ditanam di lahan yang gembur dan kaya akan bahan organik. Bahkan akan lebih baik lagi jika Anda menanamnya di lahan yang berkapur. Sebab lahan ini akan dengan mudah menyerap nutrisi.
  • Iklim yang disarankan untuk menanam pisang Kepok adalah iklim tropis yang lembab serta basah.
  • Hindari pemilihan lahan yang kerap terkena angin kumbang. Karena dengan angin tersebut bisa berpengaruh terhadap rusaknya daun yang juga turut berpengaruh pada pertumbuhan pohon pisang ini.
  • Selain angin, curah hujan juga harus dipertimbangkan ketika akan menanam pisang Kepok. Idealnya pisang Kepok ditanam dengan tingkat curah hujan antara 1520 hingga 3800 per meter setiap tahunnya. Catatan pentingnya yaitu musim kemarau selama dua bulan.
  • Perhitungan curah hujan ini juga disesuaikan dengan ketinggian tanaman pisang. Karena jika pohon terlalu banyak terkena air maka akan rusak bahkan membusuk.

Pemilihan Bibit

Anda pasti sudah mengetahui mengenai pemilihan bibit yang unggul adalah faktor keberhasilan budidaya pisang Kepok.

Berikut ini cara memilih bibit pisang yang baik kualitasnya:

  • Pilihlah bibit pisang kepok yang merupakan hasil dari pembuahan vegetatif pucuk atau hasil kultur jaringan.
  • Pilih bibit yang memiliki ketinggian antara 1 hingga 1,5 meter dan merupakan hasil dari pohon pisang Kepok yang berkualitas unggul serta berbuah banyak.
  • Pilihlah bibit yang sudah agak matang ditandai dengan tumbuhnya bunga serta umbi yang memiliki fungsi sebagai cadangan makanan.
  • Pilih bibit yang memiliki daun menggulung yang mirip dengan daun bambu baru. hindari pemilihan bibit yang memiliki daun lebar.

Pengelolaan Lahan

Pengelolaan lahan bertujuan agar memberantas hama yang nantinya akan merusak batang dan juga buah pisang.

Hama yang dimaksud adalah hama yang berada di areal penanaman. Caranya dengan membersihkan gulma, rumput gajah, semak-semak dan juga memperbaiki aliran air.

kebun pisang

Buatlah lubang untuk menanam bibit, dan jangan lupa campurkan tanah hasil galian dengan pupuk untuk menjaga kualitas pisang tetap optimal. Perhatikan juga masalah jarak tanamnya.

Proses Penanaman

Tanaman pisang Kepok harus ditanam pada saat musim hujan tiba. Biasanya masa ini akan berlangsung selama bulan September hingga Oktober. Sedangkan waktu terbaik untuk menanam pisang adalah ketika pagi maupun sore hari.

  • Potong dan buang beberapa daun pisang. Gunanya agar bisa mengurangi proses penguapan
  • Akan lebih baik jika yang Anda buang adalah daun yang berbunga, dan membiarkan kuncupnya untuk tumbuh
  • Tanam bibit pisang langsung kedalam lubang yang sudah disiapkan
  • Tutup kembali lubang tersebut dengan tanah hingga kokoh
  • Apabila diperlukan, tambahkan pasak untuk membantu pohon tidak roboh
  • Lakukan perawatan dan pemeliharaan secara intensif.

Perawatan Tanaman Pisang

Cara budidaya pisang setelah ditanam adalah melakukan perawatan dan juga pemeliharaan yang baik. Perawatan yang bisa Anda lakukan meliputi pengairan secara rutin, penyiangan atau pembersihan sekitar tanaman dari rumput liar.

Selain itu, lakukan juga penjarangan tanaman agar pertumbuhan bisa optimal.

Apabila pohon sudah mulai membuahkan hasil maka Anda perlu memotong jantung pisang dan kemudian membungkus pisang yang baru berbuah dengan menggunakan plastik.

Lain halnya dengan hama tanaman kentang, cara pencegahan hama budidaya pisang yaitu dengan membungkus pisang dengan plastik untuk menghindari serangan hama dan penyakit.

Selanjutnya Anda juga harus melakukan pemupukan agar kebutuhan nutrisi pohon terpenuhi.

Apabila semuanya proses perawatan sudah dilakukan maka Anda hanya tinggal menunggu panen.

Pemanenan

Setelah kurun waktu 3 bulan atau sekitar 90 hingga 100 hari setelah Anda menanam bibit pisang Kepok, kini saatnya untuk melakukan proses pemanenan.

Baca Juga: Budidaya Kentang

Kriteria pisang yang sudah bisa dipanen bisa dilihat dari ukuran buahnya yang sudah mencapai maksimum.

Selain kriteria tersebut, ada ciri lainnya yakni berupa daunnya yang mulai mengering. Itu tandanya pisang Kepok sudah siap untuk dipanen.

Dalam jangka waktu satu tahun, pisang Kepok bisa dipanen 2 sampai 3 kali tergantung usia, bentuk buah dan juga daun yang mengering.

Demikianlah pembahasan secara detail mengenai budidaya pisang Kepok. Semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi Anda yang sedang menjalani aktivitas ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *