Budidaya Mentimun Organik

budidaya timun organik

Mentimun adalah sayuran yang lebih sering dimakan dalam keadaan mentah. Orang-orang umumnya mengutamakan mengonsumsi mentimun organik karena bebas dari pestisida buatan. Tetapi, mulai dari penanaman hingga panen dalam budidaya mentimun organik memiliki langkah yang berbeda. Berikut adalah panduan untuk memulai budidaya sayuran yang satu ini.

Cara Budidaya Mentimun Organik

petani timun

1. Menyiapkan Benih

Untuk mendapatkan hasil timun yang besar, Anda harus bisa menyeleksi benihnya. Benih bisa didapatkan dengan memilih mentimun yang berpangkal kecil tetapi ukuran buahnya yang besar.

Setelah benih tersebut dipangkas dari pohonnya, ambil seluruh bijinya dengan cara dikerok. Kemudian, biarkan bijinya dalam wadah bersih selama satu hari.

Setelah 24 jam, bersihkan mentimun dari bagian selaputnya. Caranya adalah dengan mencuci biji mentimun dengan air yang mengalir.

Untuk memudahkan pengelupasan, Anda bisa memakai abu yang halus. Setelahnya, Anda bisa menyortir biji mana saja yang layak untuk dijadikan benih dan mana yang perlu dibuang.

Langkah dalam menyortir biji mentimun adalah dengan meletakkannya di dalam air. Biji yang tenggelam lah yang harus Anda pilih.

Sementara biji yang melayang atau mengapung harus Anda buang. Biji yang berkualitas tersebut kemudian dijemur selama 2 hari. Kemudian biarkan biji melewati masa dormannya sekitar 3 bulan.

2. Mengolah Tanah secara Organik

Lahan untuk menanam harus menyesuaikan dengan kebutuhan syarat tanam mentimun. Tanaman yang satu ini tidak cocok pada tanah yang terlalu asam sehingga pemberian kapur dolomit dapat membantu.

perawatan budidaya timun organik

mygardeningnetwork.com

Anda membutuhkan sekitar 1-2 ton dolomit untuk 1 hektar lahan untuk penanaman mentimun. Setelah pemberian dolomit, Anda bisa membiarkannya selama 2 minggu.

Tidak hanya pemberian kapur, namun tanah juga membutuhkan pupuk kandang. Jika Anda tak memiliki pupuk kandang, Anda bisa menggantinya dengan pupuk NASA.

Pupuk ini sama dengan pupuk kandang yang bisa mengembalikan unsur hara sehingga tanah menjadi subur. Pupuk NASA bersifat cair dan dilarutkan kembali dengan air, lalu disemprotkan ke tanah.

3. Membuat Bedengan

Tanaman mentimun sebaiknya tumbuh di bedengan. Lebar bedengan yang ideal adalah 1 meter dengan panjang yang disesuaikan dengan lahan Anda.

Masing-masing bedengan dibuat setinggi 20-30 cm. Ketinggian bedengan ini mencegah genangan saat hujan tiba yang bisa merusak tanaman.

Setelah itu tutup bedengan dengan menggunakan mulsa sehingga tanah tetap lembab.

4. Menanam Benih

Mulsa yang digunakan untuk menutup bedengan perlu dilubangi dengan diameter 10 cm, dengan begitu Anda bisa menanam benih di dalamnya.

cara menanam timun organik

Jarak lubang ideal untuk menanam mentimun organik ini adalah 40-50 cm. Pilih benih yang sudah bertunas saat Anda membasahinya dan diletakkan di dalam sebuah kertas tisu.

Letakkan benih di dalam lubang tanam, lalu tutup dengan tanah.

5. Perawatan Tanaman

Merawat tanaman mentimun yang organik membutuhkan perhatian yang khusus. Anda harus sering mengontrol kelembaban tanah yang berada di bawah mulsa.

Apabila tanahnya tidak lembab, tanaman mentimun menjadi layu dan mengering. Selain melakukan penyulaman di hari ke-7, Anda juga perlu memberikan pupuk tambahan untuk tanaman.

Pupuk yang ideal adalah pupuk cair organik atau pupuk kandang. Karena tujuan penanamannya adalah mentimun organik, maka hindari penggunaan pupuk kimia seperti urea.

Untuk cara yang praktis, gunakan larutan pupuk organik cair kemudian disemprotkan ke akar tanaman. Penyemprotan pupuk akan menguatkan tanaman untuk tetap tumbuh.

6. Pemasangan Turus Bambu

Tanaman mentimun adalah tanaman yang tidak memiliki batang tegak. Untuk itu, batang mentimun memerlukan bambu untuk bisa tumbuh ke atas.

Batangnya akan melilit bambu yang terpasang dalam lubang tanam. Anda bisa membuat turus silang yang bagian diagonalnya diikat dengan tali rafia. Pastikan bambunya kuat sehingga mampu menopang daun dan buah nantinya.

7. Panen

cara budidaya timun organik

nj.com

Jika tidak ada hambatan seperti tanaman mati akibat terserang hama, Anda bisa melakukan panen dalam jangka waktu 40 hari sejak benih ditanam.

Satu tanaman mentimun bisa dipanen sebanyak 2 kali. Per hektarnya, timun yang dihasilkan bisa mencapai 30 ton. Setelah buah mentimun masak, segara panen sebelum mengering dan malah layu saat masih di pohon.

Produksi timun yang melimpah setiap hektarnya membuat orang senang dengan mentimun organik. Klaimnya yang bebas dari pestisida dan keamanan yang lebih tinggi menambah nilai jualnya.

Budidaya mentimun organik juga relatif mudah dan dapat dilakukan oleh petani pemula. Terlebih, mentimun organik selalu laris di pasaran membuat Anda bisa meraup untung yang besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *