Panduan Budidaya Kangkung

sayuran kangkung

Mulai menanam sayuran untuk konsumsi pribadi adalah hal yang tepat untuk dilakukan. Ya, dengan menanam sayuran di rumah, tentu Anda bisa memenuhi kebutuhan sayur harian dengan lebih mudah. Tidak hanya itu, sayuran di pekarangan akan membuat lahan terlihat lebih hijau dan sejuk.

Nah, salah satu sayuran yang bisa Anda tanam di rumah adalah kangkung. Perlu diketahui, budidaya kangkung sering menjadi pilihan dari banyak masyarakat. Cara tanam yang mudah serta olahan kangkung yang terasa nikmat membuat sayuran ini banyak ditanam.

Membudidayakan Kangkung Untuk Memulai Hidup Sehat

Kangkung adalah salah satu sayuran yang sangat digemari. Selain bisa dibuat menjadi banyak olahan, kandungan gizi dalam kangkung bisa dikatakan cukup tinggi. Ada beragam kandungan gizi seperti vitamin, mineral serta antioksidan yang tentu berefek baik pada kesehatan tubuh.

Nah, memulai menanam kangkung di rumah bisa menjadi awal untuk memulai hidup sehat. Dengan adanya tanaman kangkung di rumah, tentu Anda akan cenderung lebih terinspirasi untuk memasak sayur dan mengkonsumsi sayur setiap hari.

Cara Mudah Membudidayakan Kangkung

Sebagaimana disinggung di awal, kangkung adalah salah satu jenis sayuran yang cukup mudah untuk dibudidayakan di rumah. Dengan cara yang mudah, tentu Anda tidak perlu belajar teknik budidaya yang rumit.

lahan budidaya kangkung

Nah, panduan ini akan membantu Anda melakukan budidaya kangkung dari awal hingga nantinya siap panen. Semoga bermanfaat.

1. Menyiapkan Benih Kangkung

Untuk mulai menanam kangkung, menyiapkan benih adalah hal pertama yang harus Anda lakukan. Kemudian pastikan memilih benih yang memiliki kualitas terbaik, unggul serta bebas dari hama. Dengan benih berkualitas, nantinya hasil panen akan cenderung lebih melimpah.

Jika benih sudah berhasil didapatkan, langkah selanjutnya adalah pembibitan. Lakukan pembibitan dengan cara menyemai benih kangkung selama beberapa waktu. Pelajari metode semai lanjutan untuk menemukan bagaimana cara menyemai yang tepat.

2. Menyiapkan Lahan Penanaman

Setelah pembibitan dilakukan, sambil menunggu bibit yang tumbuh, lahan untuk menanam kangkung perlu dipersiapkan. Dalam hal ini, lahan yang nantinya hendak digunakan harus bebas dari gulma dan rumput liar. Oleh karenanya, Anda harus membersihkan lahan terlebih dahulu.

Selain itu, lakukan penggemburan tanah. Tanaman kangkung akan cenderung lebih subur jika ditanam di tanah yang cenderung gembur. Nah, pada saat proses penggemburan tanah, buatlah gundukan tanah dengan lebar kurang lebih 1 meter dan panjang menyesuaikan. Beri jarak kisaran 40 cm tiap gundukanya.

Akan tetapi, jika Anda memiliki lahan yang cenderung terbatas, maka Anda tinggal menyesuaikan saja kondisi lahan tersebut. Gundukan tidak perlu dibuat secara ideal. Hanya saja, pastikan jika tanah lahan untuk menanam sudah gembur.

Terkait pengolahan lahan, pemupukan lahan di awal sebelum penanaman juga menjadi hal penting. Pupuk ini akan membuat tanah untuk menanam lebih memiliki nutrisi yang baik untuk tanaman kangkung. Nah, Anda bisa menggunakan pupuk kandang dan membiarkannya selama 5 hari sebelum masa tanam.

3. Penanaman Kangkung

Jika bibit hasil semai mulai tumbuh dan lahan tempat penanaman sudah siap, maka penanaman kangkung bisa dimulai. Terkait penanaman kangkung, ada beberapa hal yang harus dilakukan yaitu:

  • Buat lubang pada gundukan tanah yang sudah disiapkan sebelumnya dengan kedalaman sekitar 5 cm dan jarak antar lubang sekitar 15 cm
  • Masukkan bibit kangkung yang sudah mengalami proses penyemaian sebelumnya
  • Tutup dengan tanah tipis yang sebelumnya sudah dicampur dengan pupuk kandang ataupun pupuk NPK
  • Lakukan penanaman dengan teknik zig-zag.

Nah, beberapa poin di atas adalah langkah penanaman kangkung yang perlu Anda perhatikan. Tentu, dengan teknik penanaman yang benar, nantinya kangkung akan cenderung tumbuh dengan lebih sehat dan subur.

4. Perawatan Kangkung

Untuk mendapatkan hasil budidaya kangkung yang maksimal, perawatan kangkung menjadi hal yang tidak boleh dilupakan. Tentu, ada beberapa hal terkait perawatan kangkung yang harus diperhatikan untuk memaksimalkan pertumbuhan kangkung tersebut.

cara budidaya kangkung

Pembersihan area tanam dari gulma adalah salah satu langkah yang harus dilakukan. Dalam hal ini, pastikan Anda membersihkan gulma tersebut secara teratur dengan maksimal. Gulma yang tumbuh akan mengganggu pertumbuhan tanaman kangkung.

Selain itu, berikan pula tambahan pupuk untuk memastikan kangkung tumbuh dengan baik. Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan beberapa jenis pupuk yang tersedia. Berikan pupuk pada hari ke-10 setelah penanaman dan selanjutnya setiap 1 bulan.

Perawatan lain terkait tanaman kangkung adalah penyiraman. Nah, tanaman kangkung akan tumbuh subur dengan tanah dengan kelembaban yang baik. Oleh karena itu, lakukan penyiraman secara teratur setiap pagi dan sore.

5. Proses Panen Kangkung

Jika tanaman kangkung sudah berusia sekitar 30 hari, maka tanaman tersebut sudah siap untuk dipanen. Waktu panen kangkung ini memang cenderung cepat sehingga Anda yang ingin mengembangkan tanaman ini tidak perlu menunggu masa panen terlalu lama.

Untuk memanen kangkung, Anda hanya perlu mencabut pohon kangkung hingga ke akarnya. Ya, akar kangkung tidak menancap kuat di tanah sehingga sangat mudah untuk dicabut. Selain itu, Anda juga bisa langsung memotong ujung pangkal kangkung dengan menggunakan pisau tajam.

Tanaman kangkung yang sudah dipanen sebaiknya dikumpulkan terlebih dahulu dan ditempatkan di lokasi yang cenderung lembab. Ini adalah salah satu penyimpanan kangkung yang sangat disarankan agar kangkung yang sudah dipanen tidak mudah layu.

Nah, demikian beberapa ulasan mengenai panduan budidaya kangkung dari awal hingga panen tiba. Jika disimak, cara budidaya ini cenderung mudah dan tidak ribet. Anda penasaran untuk mencobanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *