Budidaya Ikan Nila

budidaya ikan nila

Saat ini bisnis ikan nila sangat diminati oleh para pebisnis maupun pemula. Hal ini karena ikan nila sangat mudah dikembangbiakkan, mengingat kebutuhan ikan di Indonesia yang terus meningkat. Lantas bagaimana cara budidaya ikan nila agar meraup keuntungan yang maksimal?

Ikan nila adalah jenis ikan air tawar pemakan segalanya, makanan alaminya yaitu plankton dan hewan air kecil lainnya. Sedangkan makanan buatannya yaitu dengan kadar protein 25% saja.

Di alam bebas, ikan nila dapat Anda temukan di perairan air tawar, seperti rawa, danau, waduk dan sungai.

Ikan nila masih kerabat dengan ikan mujahir, bahkan tak jarang yang masih sulit membedakannya. Jadi dapat dikatakan budidaya ikan nila hampir sama dengan ikan mujahir.

Walaupun dikatakan mudah, tetapi Anda tidak dapat membudidayakan ikan nila secara asal-asalan.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan

Anda harus memperhatikan beberapa hal yang perlu diketahui dalam budidaya ikan nila agar hasil yang dicapai sesuai impian Anda.

Nah beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam mengembangkan bisnis budidaya ikan nila adalah sebagai berikut:

1. Lokasi Budidaya

Lokasi budidaya adalah hal pertama yang perlu Anda pikirkan matang-matang. Anda dapat memanfaatkan area pekarangan di sekitar rumah, ataupun menyediakan lahan khusus untuk budidaya jika usaha yang akan dijalani dalam skala besar.

2. Media Budidaya

Hal kedua yang perlu Anda perhatikan yaitu media budidaya ikan nila. Ikan nila merupakan jenis ikan yang sangat mudah beradaptasi dengan lingkungan.

Oleh karena itu Anda tidak perlu terlalu pusing memikirkan media apa yang cocok untuk ikan  nila.

Ikan nila bisa Anda kembang biakkan dalam berbagai media, seperti kolam terpal, kolam tanah, kolam semen, maupun jarring terapung.

Namun kolam tanah menjadi media favorit para peternak ikan karena prosesnya yang mudah tidak membutuhkan terlalu banyak biaya.

3. Benih Ikan

Setelah Anda menyiapkan lokasi dan media budidaya, hal berikutnya yang perlu Anda siapkan adalah benih ikan nila.

Benih merupakan faktor utama yang berpengaruh terhadap nasib budidaya Anda, maka pilihlah benih ikan dengan kualitas terbaik.

cara sukses budidaya ikan nila

Ikan nila berkelamin jantan adalah pilihan yang tepat sebagai bibit, karena pertumbuhannya yang lebih cepat dibandingkan dengan nila betina.

Jadi budidaya dengan teknik monosex lebih produktif dibanding dengan kawinan (jantan dan betina).

Untuk mendapatkan bibit ikan nila, ada dua cara yang bisa Anda tempuh, yaitu membelinya di pasar atau koperasi perikanan. Atau dengan mendapatkannya langsung dari indukan. Namun membeli adalah cara yang paling mudah dan praktis.

Dalam membeli benih ikan, tentunya Anda tidak boleh asal-asalan, Anda harus memilih bibit ikan nila yang berkualitas. Adapun ciri-ciri benih ikan dengan kualitas baik yaitu:

  • Ukuran benih ± 12 cm dengan warna belang yang jelas atau kontras
  • Bibit tidak cacat
  • Memiliki pergerakan yang lincah dan cepat
  • Pilih bibit dengan warna yang sama
  • Pilih bibit dengan berat kira-kira 30 gram.

4. Penyebaran Bibit

Walaupun budidaya ikan nila dirasa cukup mudah, namun untuk setiap langkah yang ditempuh tidak boleh sembarangan, termasuk dalam penyebaran bibit. Adapun langkah penyebaran bibit dalam budidaya ikan nila yaitu sebagai berikut:

  • Siapkan air bersih menggunakan ember, isi hingga setengahnya.
  • Masukkan bibit kedalam ember dan diamkan selama ± 10 menit
  • Kemudian penuhi ember dengan ikan nila dan tunggu kembali hingga 5 menit Hal ini bertujuan agar ikan nila menyesuaikan diri dengan PH air dan tidak stress
  • Sebarkan bibit secara perlahan kedalam kolam
  • Sebarkan bibit ±100 ekor dalam setiap kolamnya. Hal tersebut agar bibit lebih leluasa dalam tumbuh dan berkemban biak.

5. Perawatan Hingga Masa Panen

Ikan nila membutuhkan porsi makan 2 atau 3 kali dalam sehari. Pilihlah makanan nila dengan kandungan protein 25%, jika bingung Anda dapat meminta arahan kepada penjual di pasar maupun koperasi perikanan. Selingi dengan siput sawah atau sayuran yang dipotong kecil-kecil.

Porsi dalam setiap pemberian pakan dapat Anda hitung dengan rumus (berat ikan×banyaknya ikan×3%) contohnya 30×100×3% = 90 gram maka porsi pakan sebanyak 9 ons per hari.

Anda dapat mengecek bobot ikan setiap 2 minggu sekali untuk perhitungan porsi pakan.

cara memilih indukan ikan nila

Sedangkan untuk perawatan air, jika air sudah terlalu keruh atau menimbulkan bau busuk, seger lakukan pembersihan.

Caranya yaitu dengan membuang 1/3 bagian air kotor dan mengisinya kembali dengan air bersih.

Setelah umur ikan mencapai 6 bulan dan bertumbuh besar dengan berat ideal sekitar 500 gram, maka menandakan ikan nila telah siap dipanen.

Nah itulah beberapa yang perlu Anda perhatikan dalam budidaya ikan nila agar mendapat untung yang maksimal.

Seperti yang sudah disinggung di atas, ikan nila adalah ikan yang mudah dikembangbiakkan dalam beberapa media budidaya.

Untuk Anda yang baru saja mengawali bisnis budidaya ikan nila, pengetahuan budidaya ikan nila dalam berbagai media tentunya sangat penting dong ya.

Hal tersebut dapat Anda jadikan gambaran saat akan memulai bisnis ini. Berikut beberapa cara budidaya ikan nila dalam berbagai media:

Cara Budidaya Ikan Nila di Kolam Tanah

Budidaya ikan nila di kolam tanah adalah cara yang paling sering digunakan. Hal tersebut karena proses pembuatan kolam yang mudah dan dengan biaya yang relatif kecil.

Budidaya ikan nila dengan media kolam tanah sering dijumpai pada pedesaan dengan cara tradisional.

Selain biaya yang murah, kolam tanah mudah untuk dialih fungsikan menjadi sawah atau kebun. Hal ini juga menjadi salah satu alasan banyaknya orang memilih media kolam tanah.

1. Penggalian

Gali tanah hingga mencapai kedalam tertentu, biasanya akan mencapai lapisan tanah liat yang tidak akan bocor saat dibuat kolam.

2. Buat Pematang

Setelah Anda menerapkan penggalian, buatlah pematang disekitar kolam dengan semen atau batu. Atau Anda dapat membuatnya langsung dengan tanah galian tadi.

3. Pasang Instalasi

Untuk mengatur tinggi rendahnya air dalam kolam nantinya, Anda perlu memasang sebuah instalasi berupa pipa.

4. Pembajakan

Bajak atau cangkul tanah untuk menjadikan tekstur tanah lebih gembur. Setelah tanah dicangkul maka ratakan kembali permukaan tanah agar air tidak merembes saat diisi nantinya.

5. Pengapuran

Lakukan pengapuran dengan menggunakan kapur dolomit jika PH air dirasa terlalu tinggi. Kondisi air yang cocok untuk budidaya ikan nila dengan kolam tanah yaitu air dengan PH 7-8. Lakukan pengapuran dengan merata hingga kedalaman 10 cm, diamkan hingga 2-3 hari.

6. Pemupukan

Lakukan pemupukan dengan pupuk kendang ataupun pupuk kompos pada dasar kolam. Sebarkan pupuk secara merata pada dasar kolam dan diamkan selama 1-2 minggu agar pupuk mengering sempurna.

Hal tersebut berguna untuk kesuburan dan tempat hidup mikroorganisme serta pakan alami lainnya untuk ikan nila.

7. Penggenangan Air

Isi kolam hingga ketinggian 10-15 cm, biarkan selama 2-3 hari agar pupuk terurai dengan sempurna.

Biarkan kolam terkena sinar matahari dan berubah warna menjadi kehijauan, hal tersebut menandakan mikroorganisme serta tumbuhan kecil bertumbuh dengan baik didasar kolam.

Setelah itu tambahkan air hingga 60-80cm, diamkan lagi 2-3 hari dan kolam siap digunakan.

Cara Budidaya Ikan Nila dengan Kolam Terpal

budidaya ikan nila

Selain kolam tanah, budidaya ikan nila juga dapat dilakukan dengan kolam terpal. Cara ini juga cukup digemari karena mudah, praktis dan dapat dipindah-pindah.

Tidak jarang petani ikan yang sukses dalam budidaya ikan nila dengan kolam terpal namun dengan memperhatikan beberapa hal tentunya, apa saja?

Langsung saja simak beberapa tips budidaya ikan dengan kolam terpal dibawah ini:

1. Kualitas Air

Air adalah komponen penting dalam perikanan. Pastikan bahwa air yang digunakan adalah air yang bersih dan memiliki PH yang sesuai dengan kebutuhan ikan nila. Kualitas air sangat berpengaruh pada baik-buruk pertumbuhan ikan.

2. Kebersihan Kolam

Untuk menunjang keberhasilan budidaya ikan nila, lakukankanlah pembersihan kolam secara berkala. Anda tidak perlu membersihkannya setiap hari, cukup sekitar 2 minggu sekali saja, dengan mengganti sepertiga bagian air kotornya dengan air bersih kembali.

3. Ukuran Kolam

Perbandingan kolam dengan banyaknya bibit yang disebar juga harus seimbang. Karena jika tidak seimbang dapat memicu kanibalisme yang  nantinya akan berdampak buruk pada hasil panen.

4. Pilihlah Lahan Terbuka

Seperti budidaya ikan nila pada umumnya, pilihlah lahan terbuka dan mendapat sinar matahari yang cukup. Hal tersebut sebagai pendukung mikroorganisme serta tumbuhan kecil air dapat tumbuh dengan baik di dalam kolam dan menjadi makanan alami ikan nila, ini tentu sangat menguntungkan Anda.

5. Benih Ikan Berkualitas

Hal yang satu ini tidak kalah pentingnya, pemilihan kualitas benih ikan menjadi hal utama yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan budidaya ikan nila ini.

Pemilihan benih ikan yang berkualitas akan menghasilkan panen dengan ukuran besar dan rasa yang gurih.

Budidaya ikan nila dengan kolam terpal selain praktis karena dapat dipindah-pindah, juga tidak membutuhkan biaya yang besar.

Dibandingkan dengan kolam lain, pembuatan kolam terpal lebih mura, yaitu dengan modal sekitar 2 jutaan saja Anda sudah bisa memulai bisnis ini.

Masalah yang Sering dihadapi

cara budidaya ikan nila

Telaten dan ulet menjadi syarat yang mutlak dalam menjalani bisnis apapun, tidak terkecuali dengan budidaya ikan air tawar ini.

Telaten dalam pemberian pakan setiap harinya, dan pembersihan kolam dari sampah dan kotoran secara berkala.

Dalam menjalani sebuah bisnis, Anda tidak hanya siap menjadi sukses, Anda juga harus bisa menghadapi jika suatu masalah terjadi. Berikut ini ada beberapa masalah yang sering dihadapi oleh petani ikan cara mengatasinya:

1. Ikan Berjamur

Segera evakuasi ikan, pisahkan dengan yang lain dan rendam dengan air garam. Pembuatan air garam sekitar 15 gr untuk per liter air.

2. Bibit Ikan Mati

Ada beberapa penyebab bibit ikan mati, diantaranya:

  • Salah pakan: bisa karena kurang lembut. Bibis terlebih dahulu pakan ikan sebelum disebar
  • Kekurangan oxygen: saat malam hari dan musim hujan, kadar oxygen biasanya menurun, pasang aerator pada kolam kecil, atau Anda bisa membuat aerator dengan pompa air jika kolam berukuran besar
  • Kolam kotor: segera lakukan pembersihan.

3. Ikan Nila Stress

Ikan stress bisa terjadi karena perubahan suhu yang mendadak. Anda dapat mengganti airnya, disarankan dengan air alami seperti air hujan atau mata air, bukan air PDAM.

Nah itulah beberapa tips serta masalah yang bisa terjadi saat budidaya ikan nila. Jangan panik dan selesaikan dengan cara yang tepat. Bagaimana sudah siap memulai bisnis ini?? Jangan lupa perhatikan hal-hal di atas ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *