Cara Budidaya Anggrek

Budidaya anggrek bisa menjadi salah satu peluang bisnis yang baru, terutama untuk Anda yang memang memiliki ketertarikan dengan aneka tanaman hias. Hal ini cukup beralasan karena faktanya, anggrek menjadi salah satu bunga yang paling banyak disukai oleh masyarakat.

Selain adanya kesan eksklusif, anggrek pada dasarnya memang memiliki tampilan yang sangat cantik.

Hanya saja, ketika memutuskan untuk budidaya anggrek, Anda harus memiliki kesabaran ekstra. Selain memerlukan perawatan yang agak khusus, anggrek juga cenderung memerlukan waktu yang cukup lama untuk tumbuh besar serta berkembang. Namun, jika Anda berhasil, maka harga anggrek, terutama jenis yang langka, cenderung cukup mahal.

Kelompok Tanaman Hias Anggrek

Sebelum melakukan budidaya anggrek, Anda sebaiknya mengetahui jenis kelompok tanaman hias anggrek. Hal ini penting agar nantinya Anda bisa memilih mana jenis anggrek yang akan Anda jadikan opsi untuk budidaya.

Adapun jenis kelompok tanaman anggrek tersebut adalah sebagai berikut:

  • Kelompok epiphyte, yaitu anggrek yang hidup menempel pada tanaman lainnya
  • Kelompok terrestrosin, yaitu anggrek yang hidup dengan media tanam yang memiliki tingkat kesuburan yang tinggi.

Perbedaan jenis kelompok ini tidak hanya dijadikan pertimbangan untuk mendapatkan hasil budidaya yang maksimal, melainkan juga strategi dari proses budidaya. Misalnya, bibit epiphyte akan dibudidayakan dengan memindah pohon ke tanaman lain agar menempel, sedangkan jenis satunya dipindahkan ke pot yang lebih besar.

Hal Penting Terkait Budidaya Anggrek Untuk Diperhatikan

Untuk memulai budidaya anggrek, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Tentu, hal-hal ini akan berpengaruh pada proses budidaya yang akan dilakukan. Adapun beberapa hal yang dimaksud ialah sebagai berikut:

1. Sinar Matahari

Anggrek adalah jenis bunga yang memerlukan lebih banyak sinar matahari. Oleh karenanya, bunga ini harus ditanam di tempat yang terdapat sinar matahari dengan intensitas yang cukup banyak.

Selain itu, tempat tanam sebaiknya memiliki suhu sekitar 14 hingga 36 derajat celcius. Meskipun, ada beberapa jenis anggrek yang cocok di tanam di tempat yang cenderung lebih teduh.

2. Ketinggian

Ketinggian juga menjadi hal penting untuk diperhatikan sebelum memulai budidaya anggrek. Hal ini dikarenakan ketinggian lokasi tanam akan berpengaruh pada bagaimana nantinya anggrek akan tumbuh.

Misalnya saja, jenis anggrek Vanda cenderung lebih baik ditanam dengan ketinggian lokasi sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Sedangkan anggrek jenis Oncidium dan Dendrobium cenderung lebih bagus ditanam di tempat dengan ketinggian sekitar 500 hingga 1000 meter di atas permukaan laut.

Pertumbuhan Batang dan Akar

Hal lain yang perlu diketahui terkait budidaya anggrek adalah pertumbuhan batang dan akar. Dalam hal ini, ketika bunga anggrek tumbuh, maka akar anggrek umumnya muncul ke permukaan tanah.

Ini adalah tanda jika bunga tersebut tumbuh dengan baik dan memerlukan tempat tanam yang lebih besar. Anda tidak boleh menekan akar ini ke dalam tanah.

Selain itu, untuk anggrek yang menempel di pohon, batang bunga bisa roboh karena beban bunga. Oleh karenanya, ada baiknya jika bunga tersebut disangga dengan tiang bambu kecil sebagai pengaman.

Beberapa hal di atas perlu diketahui sebelum memulai proses budidaya anggrek. Dengan pengetahuan di atas, tentu nantinya Anda bisa membudidayakan bunga ini dengan lebih baik.

Cara Budidaya Bunga Anggrek

Lantas, bagaimana cara budidaya anggrek yang harus dilakukan? Secara umum, ada beberapa langkah budidaya yang perlu diketahui dan dilakukan. Adapun langkah tersebut adalah sebagai berikut:

1. Menanam Bibit Anggrek

Budidaya anggrek dimulai dengan menanam bibit anggrek. Menanam bibit cenderung lebih dianjurkan karena tingkat keberhasilannya yang cenderung lebih tinggi.

Dalam hal ini, Anda bisa memilih bibit anggrek yang berumur 3 hingga 5 bulan atau 1 tahun. Untuk bibit dengan usia 3 hingga 5 bulan, Anda perlu waktu lebih lama untuk mendapatkan hasil. Hanya saja, harga bibit cenderung lebih terjangkau.

Di sisi lain jika Anda memilih bibit dengan usia 1 tahun, maka Anda hanya perlu menunggu sekitar 3 hingga 6 bulan saja. Hal ini dikarenakan bibit anggrek usia 1 tahun umumnya sudah memiliki daun serta akar.

2. Pemindahan Bibit Anggrek

Bibit yang sudah ditanam dan berkembang harus dipindah ke media tanam yang baru. Dalam hal ini, ketika Anda memilih kelompok anggrek epiphyte, maka bibit yang sudah mulai berkembang harus dipindahkan ke batang pohon yang lebih rindang serta mendapatkan sinar matahari yang cukup meskipun tidak terlalu terik.

Akan tetapi, ketika Anda memilih budidaya anggrek terrestrosin, maka Anda perlu memindahkannya ke pot dengan ukuran yang lebih besar. Pot yang disarankan adalah pot dengan bahan dasar tanah liat dan memiliki beberapa lubang di bagian bawah guna melancarkan proses drainase.

3. Pemeliharaan Anggrek

Pemeliharaan anggrek adalah bagian penting dari proses budidaya. Meskipun demikian, pemeliharaan sebenarnya tidak terlalu sulit untuk dilakukan.

Dalam hal ini, Anda tidak perlu terlalu sering untuk menyiram anggrek. Siram jika akar anggrek terlihat mulai mengering. Hal ini dikarenakan air yang berlebihan justru akan membuat akar menjadi busuk.

Selain itu, jangan asal memberikan pupuk. Anggrek termasuk bunga yang cukup rentan terhadap pupuk sehingga pemilihan pupuk harus dilakukan dengan tepat.

Nah, langkah terakhir dalam budidaya anggrek adalah pendewasaan. Jika bibit yang ditanam mulai tumbuh, Anda hanya tinggal menunggu waktu anggrek tersebut berbunga dengan lebat. Rata-rata waktu budidaya anggrek adalah 1 hingga 6 tahun tergantung jenis bunga.

Memang, waktu budidaya ini cenderung lama. Hanya saja, jika konsisten, maka hasil yang akan didapatkan pun juga akan maksimal. Tertarik untuk mencoba membudidayakan anggrek?

Leave a Comment